RADAR GRESIK-Bak Pahlawan yang sudah ditunggu-tunggu lama, warga tiga desa yakni Wadak Lor, Wadak Kidul dan Desa Petis Benem begitu antusias menyambut kedatangan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Bukan hanya dewasa, remaja hingga anak-anak menyambut bupati dengan penuh haru bahagia.
Warga memasang berbagai banner ucapan terima kasih hingga menunggu di sepanjang jalan sembari berteriak dan mengucapkan yel-yel.
"Maturnuwun Pak Bupati, Banyune wis mancur. Bisa mandi seger," teriak warga.
"Alhamdulillah, keinginan kami terwujud. Terimakasih Gus," tulisan di atas banner.
Salah satu warga, Ulin Nikmah, 61 mengaku tak menyangka jika saat ini bisa mandi air segar dan bersih.
"Sejak kecil, saya mandi air asin dan payau. Tidak segar sama sekali. Kadang tidak keluar sehingga beli tangki air," kata Ulin.
Terwujudnya kebutuhan air bersih tidak lepas dari program perluasan spam jaringan perpipaan di delapan desa yang ada di Duduksampeyan, Gresik.
Peresmian proyek spam regional umbulan plus DAK (Dana Alokasi Khusus) tersebut langsung dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan dengan dibukanya air Umbulan di Desa Wadak Lor tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama DCK PKP (Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman) dan Perumda Giri Tirta telah menyelesaikan permasalahan air di delapan Desa Kecamatan Duduksampeyan.
"Kita tahu kecamatan Duduksampeyan Gresik setiap tahunnya, begitu masuk perubahan iklim seperti tahun lalu masuk kemarau panjang disini kesulitan air. Hingga membeli air tangki," kata Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.
Bukan hanya untuk mandi atau kebutuhan rumah tangga lainnya, air Perumda Giri Tirta tersebut bisa diminum.
"Alhamdulillah tahun ini penderitaan warga kita di Duduksampeyan berakhir. Air Umbulan yang bahkan siap minum ini sudah mengaliri di 8 Desa termasuk Desa Wadak Lor," tuturnya.
Bupati Gresik berharap bisa bermanfaat dengan mengalirnya air bersih di Duduksampeyan.
"Kami akan melihat dampak air SPAM ini secara panjang, juga bisa membantu menurunkan angka stunting karena penerapan pola hidup sehat," katanya.
Bupati Gresik menargetkan air Umbulan bisa mencapai hingga desa perbatasan pada tahun depan. Sehingga permasalahan air pada desa-desa lainnya bisa dituntaskan pada tahun depan.
Pihaknya juga selalu memantau perkembangan dan kuota produksi air umbulan. "Jika bagus maka akan kita lanjutkan ke wilayah lainnya baik Gresik utara mauun selatan. Saat ini direktur Giri Tirta melakukan kajian untuk sumber," ungkapnya.
Gus Yani berharap pihaknya bisa melanjutkan pemasangan pipa Umbulan bisa didistribusikan hingga perbatasan Gresik- Lamongan.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Pemukiman Ida Lailtus Sa'diyah mengatakan pembangunan pipa jaringan dan sambungan rumah tersebut dilakukan secara gratis. Pembangunan pipa tersebut menggunakan dan dari DAK, APBD Kabupaten Gresik atau Perumda Giri Tirta, Gresik.
"Dari delapan desa ada sekitar 5 ribu lebih yang sudah terpasang air Umbulan ini. Dan itu semua gratis dalam program ini. Karena mendekatkan dalam jaringan pipa Umbulan," kata Ida.
Kepala Desa Wadak Lor, Saiful Arif mengatakan, total ada 230 rumah dari 250 rumah warga yang sudah teraliri air bersih.
"Sudah 95 persen yang sudah teraliri air bersih. Kami sangat terharu dan bahagia, warga yang selama ini selalu kekurangan air bersih. Kini, sudah bisa menikmati air bersih, seger dan sangat bermanfaat," kata Saiful. (han)
Editor : Hany Akasah