RADAR GRESIK-Nama bukit Surowiti bagi masyarakat lokal maupun luar sudah tidak asing lagi. Selain terkesan misterius, Bukit Surowoti yang berada di Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik itu dipercaya menjadi lokasi pesugihan. Bukan hanya itu, banyak kepercayaan jika datang dan bertapa agar di Bukit Surowiti maka cita-cita atau keinginan nya segera terkabul.
Salah satu pria Makrus mengakui dirinya datang ke Bukit Surowiti untuk mendapatkan berkah agar bisa melunasi utang-utangnya.
“Saya kena judi online (judol), utang sampai Rp 10 juta. Saya ingin cari kete nangan di Bukit Surowiti ini, mungkin besok dapat rezeki melimpah,” harap-harap Makrus.
Salah satu tokoh pejabat sekaligus politisi asal Kalimantan yang tidak mau disebutkan namanya datang ke Bukit Surowiti atas petunjuk guru ritualnya.
“Rekomendasi dari guru spiritual untuk datang ke salah satu Bukit kompleks makam petilasan Sunan Kalijaga. Kami searching dan tanya-tanya katanya di Bukit Surowiti,” katanya.
Seorang pemangku adat bernama Ki Hartono mengakui, sebagian masyarakat di Gresik dan luar mempercayai hal-hal yang berbau mistis dan gaib di kompleks petilasan Mbah Sunan Kalijaga.
" Ada sebuah pengalaman juru pelihara situs memerintahkan kepada warga untuk memperluas masjid tiban, tanpa sakit keesokan harinya yang memerintah langsung meninggal. Kekuatan gaib masjid tiban atau misteri di Bukit Surowiti itu besar sekali. Dan tidak bisa diganggu" ungkap Ki Hartono kepada saya meyakinkan kejadian yang dialaminya kala itu.
Ki Hartono mengungkapkan, sebagian masyarakat yang "nglakoni" tapa brata atau semedi itu melakukannya sesuai keinginannya.
Sebagai contohnya bila seseorang ingin dilancarkan bisnisnya maka ia melakukan ritual di makam Raden Bagus Mataram. Atau bila ingin memiliki ilmu kebal maka tapa bratanya dilakukan di makam Mpu Supo.
"Kedua santri Sunan Kalijaga itu semasa hidupnya dikaruniai keistimewaan sendiri-sendiri oleh Yang Maha Kuasa" lanjut Ki Hartono.
Mereka yang kesulitan mendapatkan jodoh konon bisa nglakoni ritual di Gua Jodoh agar dimudahkan mendapatkan pasangan yang diidamkan.
Atau bermunajad di dalam Gua Langsih karena di dalam gua itu ada batu (watu) kijang yang diyakini akan memudahkan mencapai cita-cita yang didambakan bila ritual dengan memeluk batu itu. “Semua petilasan di Buki Surowoti diyakini punya kelebihan masing-masing,” katanya.
Baca Juga: Begal Motor Ngancam Pemuda di Driyorejo Gresik Ditangkap, Tujuh Pelaku Lainnya Masih Buron
Tokoh masyarakat sekitar Sonhaji mengatakan, dulunya Surowiti disebut Selorongin dihuni beberapa keluarga yang dipimpin Suro Astono. Mereka hidup tenteram sebelum gerombolan perampok yang dipimpin Surogento bikin onar.
Suro Astono mengeluh dan meminta bantuan kepada Raden Seco. ’’Raden Seco mau membantu asalkan diperbolehkan menetap sementara di desa itu,’’ lanjutnya. Ternyata Raden Seco berhasil menaklukkan gerombolan Surogento. Bahkan, mereka dibina dan menjadi sahabat Raden Seco beserta penduduk Desa Seloringin.
’’Sejak saat itu juga, Raden Seco memberi saran agar penduduk pindah dari desa itu. Menunjuk ke arah bukit. ini yang ditunjuk,’’ paparnya.
’’Surowiti ini dari nama Suro Astono Ingkang Miwiti. Sebab, Suro Astono yang memelopori pemindahan penduduk ke bukti ini,’’ tambahnya.
Soal kabar tentang pesugihan di Surowiti, Sonhaji menduga karena banyak harta yang dibawa Raden Bagus Mataram ke Surowiti. Saat itu, ada tujuh peti emas yang dibawa naik ke bukit. Empat peti dipakai untuk mendirikan Kerajaan Demak, sisanya terkubur di Bukit Surowiti.
’’Akhirnya dari generasi ke generasi, yang awalnya terbentuk opini bukti Surowiti tempatnya wong sugih (orang kaya, Red), ke sini-sini berubah jadi tempat orang yang mau sugih,’’ paparnya. (han)
Editor : Hany Akasah