RADAR GRESIK-Menjelang masuk pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) maupun kampus, banyak pelajar dan orang tua berziarah ke makam Putri Cempo, di Kawasan Gending Kabupaten Gresik.
Salah satu peziarah Maratus Sholihah mengatakan, dirinya ziarah ke makam Putri Cempo untuk tawasul yang dikhususkan untuk anaknya yang bakal tes masuk ke perguruan tinggi. “Kemarin tidak lulus SNBT, sekarang mau tes jalur mandiri di ITS. Saya berdoa saya disini, tapi nasib kami pasrahkan ke gusti Allah,” kata Maratus.
Salah satu pelajar lainnya, Muhammad Masduqi, 12 mengaku, jika dirinya sedang fokus agar bisa lolos PPDB di sekolah negeri pilihannya. “Diajak mama tawasul ke Putri Cempo. Semoga saja bisa masuk ke sekolah negeri pilihan saya,” kata Duqi.
Menurut beberapa sejarah, selain Makam Maulana Malik Ibrahim, Makam Sunan Giri, Makan Nyi Ageng Pinatih, Makam Putri Cempo memang seringkali dikunjungi para peziarah baik dalam maupun luar kota.
Banyak masyarakat Putri Cempo adalah sahabat Sunan Giri, sekaligus santriwati dari Sunan Ampel Surabaya. Putri Cempo. Termasuk yang makamnya berada di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Berdasarkan cerita sejarah turun temurun, Syaifudin Juru Operator Makam Putri Cempo, di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik mengatakan dulu ada banyak orang dari Campa termasuk Putri Cempo yang datang ke Jawa untuk proses Islamisasi Majapahit.
Mereka datang dan kemudian menetap di wilayah Ampel Denta. Di Ampel Denta inilah Putri Cempo kenal dengan Sunan Giri yang sama-sama menjadi murid Sunan Ampel.
"Singkat cerita, Sunan Giri kemudian pulang untuk mendirikan Kerajaan Giri Kedaton. Karena ingin belajar dari Sunan Giri, Putri Cempo akhirnya datang ke Gresik untuk berguru," ungkap Mba Putri, juru kunci Makam Putri Cempo.
Ia menambahkan, minimnya sejarah Putri Cempo memang sesuatu yang wajar. Sebab, kedatangan beliau kesini memang dalam misi penyamaran untuk melakukan Islamisasi di wilayah Kerajaan Majapahit.
"Beliau sebenarnya punya nama asli. Nama aslinya yakni Dewi Narawati," ujarnya.
Namun, lanjutnya, beliau lebih dikenal dan memang senang dipanggil dengan nama Putri Cempo. Sebab, ini merupakan salah satu cara untuk menyembunyikan identitas aslinya. "Namanya juga misi penyamaran. Pasti ada perlawanan. Jadi beliau lebih senang dipanggil dengan Putri Campa atau Putri Cempo," ungkapnya.
Menurut dia, penggunaan nama Putri Cempo bukan tanpa alasan. Namun, karena memang beliau merupakan putri dari Kerajaan Campa. (rof/han)
Editor : Hany Akasah