RADAR GRESIK - Lembaga Falakiyah NU (LFNU) Gresik menggelar Rukyatul Hilal di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Minggu (10/3). Hasilnya, posisi hilal minus 0 derajat, 8 menit, 10 detik. Sehingga hilal dipastikan tidak terlihat.
Prosesi melihat hilal atau rukyatul hilal diikuti LFNU Gresik, Kemenag Gresik, Pengadilan Agama (PA) Gresik serta beberapa Ponpes dan organisasi masyarakat (Ormas). Selain itu juga terlihat hadir Kemenag Surabaya dan Kemenag Pasuruan.
Sejumlah alat digunakan dalam proses rukyatul hilal. Mulai teodolit, teleskop binokular dan monokular, kompas, GPS dan busur derajat.
Baca Juga: Awal Ramadan 1445 H Berpotensi Beda, Ini Imbauan Kemenag Gresik
Ketua LFNU Gresik Muchyidin Hasan mengatakan hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan 1445 H dilakukan dari Bukit Condrodipo. Hasilnya hilal tidak terlihat karena terhalang mendung.
"Hasil rukyat, hilal tidak terlihat. Kondisi berawan cenderung mendung. Kami melihat menggunakan beberapa alat konvensional dan modern seperti teodolit, teleskop binokular dan monokular, kompas, GPS dan busur derajat," ujar Ketua LFNU Gresik Muchyidin Hasan.
Ia menjelaskan, seluruh peserta rukyatul hilal semua tidak melihat hilal.
"Kami semua yang mengikuti Rukyatul hilal di Bukit Condrodipo tidak melihat hilal," pungkas Ketua LFNU Gresik Muchyidin Hasan. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq