RADAR GRESIK-Tradisi barikan merupakan sebuah tradisi turun menurun yang digelar oleh warga Dusun Tumpang Desa Klangonan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Tradisi barikan selalu digelar menjelang Ramadan.
Dimana, seluruh warga Dusun Tumpang berbondong-bondong doa bersama ke Makam Cucu Sunan Giri atau Mbah Ratu Ayu Tumpang yang lokasinya berada di bukit Tumpang Giri Gresik.
Salah satu warga Tumpang Gresik Mufidah mengatakan, Mbah Ratu Ayu Tumpang merupakan cucu dari Sunan Giri atau Muhammad Ainul Yaqin. Nama asli Mbah ratu Ayu Tumpang adalah Dewi Masclichah.
Nasabnya yakni Sunan Giri menikah dengan Dewi Murtosiya yang akhirnya memiliki dua anak yakni Sunan Tegal Wangi dan Sunan Dalem. Sunan Tegal Wangi kemudian memiliki putri Bernama Dewi Maslichah/ Ratu Ayu Tumpang Giri.Sedangkan Sunan Dalem punya anak Bernama Sunan Bungkul (M Yusufs Abidin) yang dimakamkan di Surabaya. Jadi Ratu Ayu Tumpang merupakan saudara sepupu Sunan Bungkul.
“Sebelum Ramadan atau sesudah salat Jumat, semua warga berbondong-bondang barikan di Makam Mba Ratu Ayu Tumpang. Pulangnya semua bawa berkat dari seluruh warga Tumpang,” kata Mufidah.
Bukan hanya diikuti pria dewasa, ibu-ibu bahkan anak kecil pun ikut tradisi barikan.
Bagi warga sekitar, tradisi turun menurun ini juga sebagai ajang silaturahmi. Banyak anak keturunan yang sudah tinggal di luar dusun, desa atau kota mudik atau silaturahmi ke Dusun Tumpang mengikuti barikan.
Karena momen barikan itu, banyak keluarga yang sudah tinggal di luar Dusun Tumpang bersilaturahmi dan ikut barikan di Makam Mbah Ratu Ayu Tumpang.
“Banyak keturunan dari warga Dusun Tumpang ini tinggal di luar sana, tapi pas momen Barikan ini mereka kembali silaturahmi ke Tumpang,” kata Mufidah. (han)
Editor : Hany Akasah