RADAR GRESIK- Ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Gresik mengeluhkan tidak kunjung keluarnya hasil tes kesehatan yang menjadi syarat pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Hal ini lantaran Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) mengalami sejumlah kendala. Akibatnya saat ini jumlah CJH yang tercatat telah melakukan pelunasan kurang dari 100 jamaah.
Informasi dilapangan, untuk bisa mengakses Siskohatkes saja petugas Puskesmas membutuhkan waktu hingga lebih dari 15 jam. Itupun nanti belum ditambah waktu penginputan data hingga bisa diterima. Proses itu masih belum ditambah dengan singkronisasi data perbankan yang juga mengalami hal tidak jauh berbeda.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementrian Agama Gresik, Lulus mengakui, lambannya proses penginputan data pada Siskohatkes menjadi faktor utama yang membuat rendahnya CJH yang melakukan pelunasan. Bahkan, hingga Rabu (18/01) kemarin CJH yang sudah melakukan pelunasan hanya mencapai 97 orang.
"Kami menerima banyak keluhan lambannya proses penginputan data kesehatan CJH baik dari jamaah maupun pihak Puskesmas. Rata-rata mereka tidak bisa mengakses Siskohatkes. Untuk itu dalam momen rapat koordinasi, kami sampaikan evaluasi atas hal ini," kata Lulus.
Selain itu, lanjut Lulus, pada penyelenggaraan haji tahun ini pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan cukup ketat. Hal inilah yang menjadi penyebab utama banyaknya CJH yang gugur akibat tidak lolos kesehatan. Sebab, saat ada gejaka kesehatan yang terlihat oleh tim medis, maka dokumen Istita'ah tidak bisa dikeluarkan.
"Dengan tidak keluarnya dokumen istita'ah maka tidak bisa melakukan pelunasan. Jadi bisa gugur secara otomatis. Inilah yang membuat calon jamaah tidak bisa berangkat" tandasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah