RADAR GRESIK- Jalan penghubung antara Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Desa Yosowilangun dengan Desa Suci kini telah berubah menjadi pusat kuliner. Tidak salah, saat melintas di jalan ini terlihat puluhan warung kopi dan kafe berdiri. Mirisnya sebagian dari warung kopi dan kafe tersebut terkadang memutar musik dengan volume tinggi hingga malam hari. Hal ini tentu menangganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Warga di Gresik Ini Gunakan Layanan Digital PANDAWA untuk Daftar Kepesertaan JKN
Berangkat dari keresahan itu seluruh Banom NU Ranting Suci mulai dari GP Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, CBP-KPP, hingga Polri dan Satpol PP mendatangi pemilik cafe untuk memberikan surat imbauan larangan live music dalam bentuk apapun. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2013 Tentang peraturan dan larangan cafe di Desa Suci.
Ketua Tanfidziyah NU Ranting Suci, Khoirul Huda mengatakan, bahwa aksi tersebut dilandasi karena keresahan masyarakat yang sudah tidak bisa terbendung lagi. Hal ini dianggap meresahkan, karena banyaknya permintaan surat izin cafe baru atau yang akan berdiri untuk mengadakan live music di cafe tersebut.
“Dalam Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2013 sudah dijelaskan mengenai larangan Cafe di Desa Suci untuk menyediakan live music, tapi masih saja dilanggar,” ujar Khoirul Huda, Rabu (27/12).
Pria yang juga merupakan Anggota DPRD Gresik ini menambahkan, kedatangan tersebut dilakukan dengan damai sehingga tidak menimbulkan adu mulut atau perselisihan dengan pemilik cafe. Sejumlah pemilik bahkan menerima dengan baik serta menandatangani persetujuan.
Baca Juga: 421 Lembaga Pendidikan Swasta di Gresik Tunggu Pencairan Hibah
“Bayangkan, untuk menertibkan segelintir cafe seperti ini saja sudah butuh tenaga ekstra. Gimana nantinya jika kita biarkan terus menerus dan satu per satu muncul di Desa Suci. Siapa lagi yang akan sadar hal itu sebelum kita warga Suci bertindak secepat mungkin,” tandas Khoirul Huda.
Sementara itu tempat yang didatangi antara lain, Warung Pingpong, Gresik Seru, Kopi Panggang, Cliff, kafe di area Pedukuhan, warung kopi di jalan menuju peganden, serta warung remang-remang menuju arah PPS. (fir/han)
Editor : Hany Akasah