RADAR GRESIK- Zaituni,45 warga Desa Watangrejo, Kecamatan Duduksampeyan lari terbirit-birit keluar rumah setelah melihat seekor ular piton masuk ke dalam rumahnya Jum'at (17/11) pagi kemarin.
Tidak menunggu waktu lama, tukang jahit itu langsung menghubungi petugas Dinas Damkarla Pemkab Gresik untuk meminta pertolongan.
Kepada wartawan, Zaituni menuturkan, dirinya berlari keluar rumah sambil berteriak histeris setelah melihat kepala ular piton muncul dari bawah mesin jahitnya.
Mendengar teriakan meminta tolong sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung berdatangan memberikan pertolongan. Namun sayangnya, usahanya gagal, karena warga juga ketakutan saat melihat ular piton sepanjang satu meter tersebut.
"Karena tidak ada warga yang berani, saya langsung meminta bantuan call centre Damkarla Gresik," kata dia.
Dikonfirmasi hal ini, Kepala Dinas Damkarla Gresik, Agustinus Halomoan Sinaga mengatakan, usai menerima laporan, dirinya langsung menerjunkan satu tim untuk mengevakuasi sang ular. Hanya dalam hitungan menit saja, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular piton.
"Mereka petugas terlatih, sehingga tidak menemui banyak kesulitan. Datang, tangkap, bawa," jelasnya.
Dalam kondisi cuaca panas seperti bulan ini, masyarakat diminta senantiasa meningkatkan kewaspadaan, saat peralihan musim seperti sekarang, terutama di daerah yang dikelilingi semak belukar, karena banyak hewan yang keluar.
Nah jika mendapatkan ular atau hewan berbahaya lainnya, Sinaga meminta masyarakat secepatnya menghubungi Damkarla Gresik, agar tidak membahayakan warga.
"Jangan memaksakan diri, jika tidak memiliki keterampilan. Ini sangat berbahaya. Sebaiknya, langsung saja hubungi Damkarka Gresik. InsyaAllah aman," tutup AH Sinaga. (fir/han)
Editor : Hany Akasah