RADAR GRESIK - Hujan mulai mengguyur Kabupaten Gresik. Meski tidak separah tahun sebelumnya, sejumlah titik air masih terlihat menggenang.
Untuk itu, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Pemkab Gresik akan terus menyisir saluran yang masih tersumbat.
“Sejak sebelum musim hujan datang, kami sudah melakukan normalisasi dan pembersihan saluran sebagai antisipasi musim hujan,” ujar Kepala DCKPKP Pemkab Gresik, Ida Lalilatus Sadiyah.
Baca Juga: Jelang Musim Hujan, DCKPKP Pemkab Gresik Bakal Lebarkan Saluran Air Jalan Samanhudi
Dikatakan, salah satu titik yang masih terjadi genangan yakni Jalan Samanhudi. Jalan di area Pasar Gresik ini memang tempat berkumpulnya aliran air dari wilayah kota sebelum dibuang ke laut.
“Di Samanhudi memang ada kiriman debit air yang tinggi. Sehingga air meluber ke jalan,” kata dia.
Saat ini Satgas Drainase yang terdiri dari 8 tim masih melakukan penyisiran saluran-saluran air. Terdapat kapling-kapling yang dapat mereka sisir untuk mengecek kondisi saluran setelah hujan. Terlebih hujan pertama disinyalir membawa sampah-sampah setelah lama tidak terbawa arus air.
Baca Juga: Marak Sampah Rumah Tangga, DCKPKP Gresik Intens Bersihkan Saluran Air
DCKPKP masih menunggu kondisi setelah nanti hujan kembali turun. Apabila masih terjadi banjir, maka akan dilakukan pelacakan kembali.
“Nanti kami lihat lagi perkembangannya. Kemarin sebelum hujan memang sudah dibersihkan, tapi hujan pertama membawa banyak sampah,” ungkap dia.
Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan terutama saluran air tidak bisa dilakukan hanya pemerintah.
Namun berkaca seperti tahun-tahun sebelumnya, Ida berharap masyarakat turun berperan aktif menjaga saluran. “Jangan sampai sampah dibuang ke saluran. Apalagi sampah yang besar seperti tahun lalu bantal, guling hingga kasur. Itu akan menyumbat,” pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah