Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Sempat Dikritik Fraksi PKB, Bupati Gresik Pastikan Tidak Ada Program Dadakan

Yudhi Dwi Anggoro • Senin, 23 Oktober 2023 | 21:57 WIB
Rofiq/Radar Gresik    BERI JAWABAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menyampaikan jawaban atas PU Fraksi.
Rofiq/Radar Gresik BERI JAWABAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menyampaikan jawaban atas PU Fraksi.

 

GRESIK -- Kritikan yang disampaikan Fraksi DPRD Gresik terhadap Rancangan APBD (R-APBD) mendapat jawaban dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Salah satunya, terkait masuknya sejumlah program dadakan. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Gresik memastikan tidak ada program dadakan dalam R-APBD 2024.

"Semua program dan kegiatan pada Rancangan APBD Tahun 2024 bukanlah anggaran baru yang muncul secara dadakan," ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

 

Menurut dia, semua program telah tertuang dalam dokumen perencanaan sebelumnya. Baik dalam dokumen RKPD Tahun 2024 maupun dokumen KUA-PPAS Tahun 2024.

"Semua telah tertuang dalam dokumen perencanaan RKPD mupun KUA-PPAS," ungkapnya.

Sebelumnya, Fraksi PKB dibuat kaget dengan banyaknya program yang tiba-tiba muncul alias dadakan.

Padahal, Rancangan APBD (R-APBD) 2024 telah disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah beberapa waktu lalu. Salah satunya, proyek pembangunan berakronim 'GUS', yakni Gresik Universal Science.

"Tiba-tiba muncul dalam pembahasan anggaran antara Badan Anggaran Dewan dan Tim Anggaran Pemkab," ujar juru bicara Fraksi PKB (F-PKB) Abdullah Hamdi dalam Rapat Paripurna DPRD Gresik beberapa waktu lalu.

 

Dikatakan, F-PKB menolak keras karena konsep pembangunan gedung tersebut belum jelas dan tidak tertuang dalam rencana kerja sebelumnya.

Pasalnya, meskipun berkonsep bagus, namun beban anggaran yang muncul tiba-tiba tanpa didahului perencanaan yang matang pasti akan menjadi beban anggaran. 

 

"Di sisi lain, kami mencermati bahwa beban anggaran ini pasti mengorbankan alokasi anggaran lainnya," kata dia.

Ia menjelaskan, lebih baik anggaran dimaksimalkan pada penyelenggaraan dan peningkatan kualitas pendidikan yang sudah ada. Ino sebagai bentuk support Daerah kepada lembaga-lembaga pendidikan yang telah eksis sebelumnya.  

 

Begitu pun dengan anggaran “dadakan” lainnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur mohon semuanya dicermati ulang, mengingat ada beban anggaran sebesar Rp75 miliar yang direncanakan untuk membayar piutang proyek pada tahun 2023.

 

"Prinsip efisiensi anggaran sudah sepatutnya menjadi isu utama pada Belanja 2024 mendatang," imbuhnya. (rof)

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #Program #rkpd #PKB #Alokasi #apbd #Anggaran