GRESIK-- Kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik penghasil terus mendapat sorotan dari kalangan dewan. Realisasi pendapatan yang terus mengalami penurunan menjadi penyebabnya. Wakil wakyat meminta harus segera ada pembenahan etos kerja ASN di OPD penghasil.
"Kami menilai kinerja OPD penghasil bukan lagi berdasarkan pada target melainkan pada kesanggupan. Ini terbukti antara potensi, target dan realisasi sangat jauh sekali," ujar Anggota Fraksi Golkar DPRD Gresik Lusi Kustianah.
Misalnya, pada sektor retribusi. Pada tahun 2024 hanya ditarget Rp 197 miliar. Padahal masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan.
Salah satunya, parkir di tepi jalan umum. Realisasi pendapatan selama ini masih jauh dari harapan.
Padahal, pihaknya melihat hanya dari 10 ruas saja potensinya bisa mencapai Rp 2,2 miliar pertahun. "Jika karcisnya bisa dimaksimalkan," ungkap dia.
Kemudian pada sektor pajak daerah yang pada tahun 2024 ditarget sebesar Rp 975 miliar. Ada sejumlah potensi yang bisa dimaksimalkan dengan memperketat pengawasan.
Terbukti, pada hasil survei yang dilakukan ada perbedaan omzet yang dilaporkan ke BPPKAD dengan omzet hasil sampel antara 15 sampai 20 persen.
Baca Juga: Dipengaruhi Gaya Hidup, Gejala-gejala Menopouse Dini Kini Mulai Dialami Perempuan 40 Tahun,
"Tim peneliti yang bekerjasama dengan Bappeda juga menemukan ada sejumlah restoran yang layak sebagai wajib pajak tetapi belum masuk pada database BPPKAD," kata dia.
Pihaknya berharap ada upaya yang lebih keras dari OPD penghasil untuk merealisasikan target pendapatan. Sehingga, upaya pemerintah untuk memperkecil defisit anggaran kurang dari 1 persen pada tahun anggaran 2024 bisa tercapai. (rof)
Editor : Hany Akasah