GRESIK - Jumlah pelanggan Perumda Giri Tirta terus mengalami peningkatan signifikan. Agar perusahan tetap sehat, mereka berusaha agar manajemen keuangan berjalan dengan baik. Salah satunya, dengan menyelesaikan tunggakan pelanggan yang mencapai Rp 10 miliar.
Tunggakan terjadi sejak beberapa tahun lalu. Dimana saat itu air belum mengalir dengan lancar ke pelanggan. Sehingga pelanggan enggan membayar tagihan.
Direktur Utama Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi mengatakan, angka tunggakan pelanggan memang cukup besar. Pihaknya sedang melakukan perbaikan sistem penagihan. Apabila tiga bulan tidak membayar tunggakan, akan dilakukan pemutusan sementara. “Sejauh ini sudah banyak yang dilakukan putus sementara,” ungkap dia.
Baca Juga: Dari Ratusan Pegawai Perumda Giri Tirta Gresik , Baru 8 Orang Miliki Sertifikat Manajemen Air
Tindakan diputus sementara itu agar pelanggan segera melakukan pembayaran tunggakan. Apabila nominalnya terlalu besar, Giri Tirta juga menyiapkan sejumlah skema. Seperti cicilan untuk pelunasan.
“Kalau pelanggan ingin terus tersambung, kami tidak menyulitkan pelanggan. Mau dilunasi lewat cicilan bisa. Karena yang nunggak ini sudah lama-lama,” imbuhnya.
Apabila tidak kunjung dilunasi, sambungan rumah itu bisa terancam diputus secara permanen. Jika sudah diputus permanen, untuk menyambungkan lagi, pelanggan akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. Hal itu dikarenakan untuk membuka jaringan baru.
Baca Juga: Dalam Setahun, Pelanggan Air Bersih Perumda Giri Tirta Gresik Naik 13 Ribu
Kurnia menyebut, pihaknya ingin berjalan beriringan dengan pelanggan. Giri Tirta memperbaiki pelayanan kemudian pelanggan juga disiplin dalam membayar tagihan. “Ini rencananya meteran yang sudah usang juga akan kami ganti. Setiap tahunnya kami target 5000 ganti meteraan,” pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah