Di antaranya, T Petrokimia Gresik sedangkan peserta pelatihan antara lain PT. Wilmar Nabati Indonesia, PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Pelabuhan Gresik, PT. Smelting, PT. Berlian Manyar Sejahtera, PT. Siam Maspion Terminal, PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik PT. Karya Indah Alam Sejahtera, PT Pertamina Bitumen Plant Gresik, PT Delta Artha Bahari Nusantara.
Baca Juga : Tak Perlu Cemas, Tak Ada Buaya di Perairan Dermaga Wilmar Gresik
Kepala KSOP Gresik, Capt Roni Fahmi mengungkapkan, kegiatan Joint Exercise ISPS Code bertujuan untuk memastikan bahwa team keamanan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan,” kata Totok.
“Peristiwa yang dapat menganggu keamanan seperti penculikan, perampokan, dan sabotase diarea pelabuhan merupakan potensi ancaman yang harus diantisipasi. Apalagi menurut dia, beberapa dermaga pelabuhan milik perusahaan di Gresik berada dekat dengan pemukiman penduduk,” kata Roni.
Di tempat sama Direktur Kaneta Efka Jaya (Kafa), Tri Hastuti menuturkan, kegiatan joint exercise kali ini KSOP Gresik melibatkan Forum Komunikasi Port Facility Security Officer (FK-PFSO). Adapun tema yang dipilih yaitu Penanganan gangguan keamanan kasus sabotase yang menyebabkan kejadian pencemaran udara di wilayah Pelabuhan Gresik.
Baca Juga : KSOP Gresik Beri Pekerjaan Padat Karya Bagi Buruh Pelabuhan
"Kegiatan ini juga melibatkan seluruh komite keamanan pelabuhan yang meliputi KSOP, TNI AL, TNI AD, Satpolair Gresik, Polsek Kawasan Pelabuhan, Imigrasi, Beacukai Gresik, Balai Karantina dan kantor kesehatan pelabuhan," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah