Apalagi ketika hujan turun, lubang tergenang air sehingga membahayakan para pengemudi yang melintas. Ironisnya, material jalan proyek Bandar Grisse pun tidak kunjung dipasang hingga kurang dua hari kegiatan. Akhirnya, memakan bahu jalan dan menyebabkan lalu lintas di kawasan makam tidak kondusif.
Ketua Pelaksana Haul Maulana Malik Ibrahim Hamid Syahab mengatakan, pihaknya sudah membicarakan jalan rusak tersebut dengan pihak terkait mulai dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum (PU) hingga kontraktor pelaksana.
“Perihal jalanan, sudah saya bicarakan dengan pihak yang bersangkutan. Semoga pengerjaan akan segera diselesaikan sebelum acara haul berlangsung”, ucap Hamid.
Dipaparkannya, Peringatan Haul Syekh Maulana Malik Ibrahim merupakan salah satu even tahunan di Kabupaten Gresik. Haul ini diperingati tiap tanggal 12 Rabiul awal. Tahun ini diselenggarakan pada 8 hingga 10 Oktober 2022. Berbeda dari tahun lalu yang berlangsung secara sederhana, tahun ini acara peringatan haul akan diramaikan para sesepuh kiai, habaib serta pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Beberapa produk dan kuliner khas Arab akan disuguhkan dalam even selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan haul juga diramaikan dengan kirab pawai arak-arakan santri TPQ, Gresik Bersalawat, pengajian umum wanita dan lain sebagainya. “Kondisi seperti ini karena perencanaan belum matang. Masyarakat berharap agar perbaikan jalan segera diselesaikan mengingat acara haul yang semakin dekat,” kata Ida.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Gresik Ida Lailatus Sakdiyah mengatakan, mengenai pemasangan paving di ruas jalan Maulana Malik Ibrahim sudah dirapatkan. “Kami juga harus menambah jam kerja bagi para pekerja, mengingat acara haul yang sudah dekat. Mohon doanya semoga pengerjaan perbaikan jalan ini cepat diselesaikan dan tidak menghambat keberlangsungan acara haul”, ujar Ida. (vit/can/han) Editor : Hany Akasah