Dengan membawa spanduk dan poster tuntutan, para mahasiswa secara bergantian melakukan orasi. "Kenaikan tarif kapal benar-benar menyengsarakan masyarakat Bawean. Kami dengan tegas menolak rencana tersebut," ujar Korlap aksi Abel Juned Ijlal.
Menurut dia, yeng memiliki kewenangan menaikan kapal adalah pemerintah. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah kabupaten melalui DPRD Gresik untuk menolak rencana operator kapal.
Baca Juga : Berjalan Alot, Rapat Pembahasan Tarif Kapal Express Bahari Deadlock
"Sesuai aturan tarif kapal yang menentukan pemerintah. Kami masyarakat Bawean meminta jangan diterima usulan tersebut," ungkapnya.
Kedatangan massa aksi ditemui anggota DPRD Gresik dari dapil Bawean Lutfi Dawam dan Bustami Hazim.
"Kami sudah melakukan sejumlah langkah untuk menolak rencana kenaikan tarif kapal," ujar Lutfi Dawam politisi Gerindra.
Menurut dia, pihaknya beberapa waktu lalu telah menggelar rapat bersama Dishub dan Operator terkait persoalan ini. Dan hasilnya masih deadlock.
"Akan ada rapat lanjutan untuk membahas rencana kenaikan tarif kapal. Kami tetap teguh menolak rencana tersebut," kata dia.
Hal senada disampaikan politisi PKB Bustami Hazim. Menurut dia, pihaknya akan menampung seluruh aspirasi mahasiswa. Nantinya akan disampaikan kepada pimpinan untuk dilakukan pembahasan dan tindaklanjut.
Baca Juga : Konser Denny Caknan di Gresik Dibatalkan, Berikut Penyebabnya
"Yang pasti kami akan berjuang agar harga tiket tidak naik. Karena memang sangat membebani masyarakat Bawean," imbuhnya. (rof) Editor : Hany Akasah