Setelah itu, tumpeng dikumpulkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), para nelayan berdoa bersama. Kemudian, nasi tumpeng yang berisi sayuran, nasi kuning serta lauk pauk ini dibawa ke perahu.
Ketua Rukun Nelayan Campurejo, Muzi mengatakan sedekah laut merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan. "Tumpeng yang sudah didoakan terus dimakan bersama sanak keluarga di tengah laut. Perahu semua dihias, ini juga untuk memperingati HUT RI ke-77," ujarnya.
Setelah dari laut, para juri menilai perahu yang hiasannya paling mewah dan terbaik. Perahu dengan hiasan terbaik diberi hadiah panitia senilai Rp2,5 Juta dan satu ekor kambing. "Kami juga berharap SPBU Nelayan di Campurejo bisa diaktifkan lagi, sehingga tidak jauh-jauh beli," jelasnya.
Hadir dalam kegiatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani, Kadis Perikanan Nadlelah, Camat Panceng Ahmad Nasikh, jajaran manajemen BUMD Gresik Migas serta pemerintah desa setempat. Bupati Yani memberikan bantuan kepada nelayan. "Semoga tradisi ini terus dilestarikan oleh nelayan. Di sini, suasana kemerdekan terlihat. Ratusan perahu dicat merah putih," pungkasnya.(*/han) Editor : Hany Akasah