Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Sedekah Bumi Nelayan Campurejo Kirab Tumpeng hingga Lomba Perahu Hias

Hany Akasah • Senin, 15 Agustus 2022 | 12:00 WIB
Giri Kedaton awalnya merupakan pesantren yang berlokasi di atas Gunung Giri di Kecamatan Kebomas.  (Ist/Radar Gresik)
Giri Kedaton awalnya merupakan pesantren yang berlokasi di atas Gunung Giri di Kecamatan Kebomas. (Ist/Radar Gresik)
GRESIK - Setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, tradisi sedekah laut di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng kembali digelar. Tradisi masyarakat pesisir itu diikuti 300 nelayan. Perahu nelayan dihias dengan pernak-pernik merah putih. Acara tersebut dimulai dengan kirab tumpeng.

Setelah itu, tumpeng dikumpulkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), para nelayan berdoa bersama. Kemudian, nasi tumpeng yang berisi sayuran, nasi kuning serta lauk pauk ini dibawa ke perahu.

Ketua Rukun Nelayan Campurejo, Muzi mengatakan sedekah laut merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan. "Tumpeng yang sudah didoakan terus dimakan bersama sanak keluarga di tengah laut. Perahu semua dihias, ini juga untuk memperingati HUT RI ke-77," ujarnya.



Setelah dari laut, para juri menilai perahu yang hiasannya paling mewah dan terbaik. Perahu dengan hiasan terbaik diberi hadiah panitia senilai Rp2,5 Juta dan satu ekor kambing. "Kami juga berharap SPBU Nelayan di Campurejo bisa diaktifkan lagi, sehingga tidak jauh-jauh beli," jelasnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani, Kadis Perikanan Nadlelah, Camat Panceng Ahmad Nasikh, jajaran manajemen BUMD Gresik Migas serta pemerintah desa setempat.  Bupati Yani memberikan bantuan kepada nelayan. "Semoga tradisi ini terus dilestarikan oleh nelayan. Di sini, suasana kemerdekan terlihat. Ratusan perahu dicat merah putih," pungkasnya.(*/han) Editor : Hany Akasah
#Tradisi #desa campurejo #nelayan #kecamatan panceng