Pipa diameter 400 mm itu mengalami kebocoran di wilayah Sumput, Driyorejo. Pihak Giri Tirta pun langsung bergerak memperbaiki kebocoran itu.
Direktur Utama Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi mengatakan, wilayah tersebut memang jarang terjadi kebocoran. Namun kemarin pipa distribusi sempat terkena alat berat yang bekerja disekitar. Akhirnya pipa tersebut bocor cukup besar.
Menurutnya, pipa itu mengaliri beberapa wilayah di Driyorejo dan Menganti. Diantaranya Griya Kencana, Puncak Anom, Gading Intan, Denailla, Savana, hingga wilayah Kepatihan dan Boboh Menganti.
Kurnia mengaku pihaknya langsung menerjunkan tim perbaikan di lokasi agar kebocoran itu bisa segera selesai. Estimasi pekerjaan sudah selesai Minggu sore kemarin.
“Kemungkinan malam air sudah mulai mengalir, Senin sudah lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Hendri Eko, 27, seorang warga Driyorejo mengaku, kran air di rumahnya mati sejak Sabtu siang. Dirinya tidak bisa berbuat banyak karena kebutuhan air di rumahnya mayoritas menggunakan air dari Giri Tirta.
Hendri menyebut hingga sore kemarin, kran di rumahnya belum juga mengeluarkan air. Dirinya berharap agar perbaikan pipa itu tidak berangsur lama.
“Semoga Senin sudah bisa mengalir lagi, karena sudah dua hari mati ini,” tandasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah