Tahun 2022 ini, sepanjang jalan Raden Santri hingga ke Alun-alun Gresik dipenuhi para pedagang mulai 28-30 April nanti. Terdapat 976 stand UMKM bakal menjual dagangan mereka. Termasuk para petani bandeng yang memenuhi stand stand tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Malahatul Farda mengatakan, tahun ini Pemkab Gresik menyediakan cukup banyak stand untuk UMKM. Hal itu dikarenakan dua tahun pasar bandeng tidak digelar secara meriah. “Stand-stand itu dari seluruh daerah di Gresik,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa itu mengatakan, Pasar Bandeng tahun ini ada yang berbeda. Yakni terdapat 3 stand premium. Yakni akan diisi oleh UMKM yang sudah berhasil ekspor ke luar negeri.
“Jadi, tidak hanya transaksi jual beli saja, melainkan kami fasilitasi untuk konsultasi di stand premium dengan UMKM yang sudah ekspor,” imbuhnya.
Hal itu dilakukan agar UMKM yang lain turut menyerap ilmu. Tujuannya, ke depan UMKM yang lain bisa terus tumbuh hingga sampai ke tahap ekspor.
Sementara itu, dalam pasar bandeng juga terdapat kontes bandeng dengan ukuran jombo. Hal ini menjadi ajang gengsi tersendiri bagi para petani bandeng. Salah satu peserta di antaranya, petani tambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.
Desa Pangkah Wetan mengirimkan dua kontestannya yang memiliki ikan bandeng raksasa, atau juga disebut bandeng kawak. Kedua orang itu yakni Syaifullah Mahdi, dan Roziqin yang telaten membudiyakan ikan bandeng berukuran raksasa.
Bagi Syaifullah Mahdi atau akrab dipanggil Sandi, budidaya ikan bendeng ukuran raksasa gampang-gampang susah. Bila salah dalam memeliharanya ikan tersebut tidak bisa tumbuh besar.
"Kami membudidayakan selama 12 tahun sampai ikan bandeng itu benar-benar tumbuh besar sesuai dengan ukuran yang diinginkan," ujarnya.
Sandi menjelaskan setiap ada kegiatan kontes dan lelang bandeng kawak. Desa Pangkah Wetan selalu turut serta. Namun, saat pandemi covid-19 muncul membuat kontes dan lelang bandeng tahunan ditiadakan. Melandainya pandemi, kontes yang sudah puluhan tahun digelar tersebut kembali digelar. Hal inilah yang membuat dirinya bersama rekannya Roziqin bersemangat lagi.
"Mudah-mudahan dalam kontes dan lelang bandeng kawak nanti malam. Desa kami bisa juara. Sebab, sebelumnya hanya menempati urutan ketiga tiga tahun lalu," tutupnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah