Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Masuk Calon Ketum PBNU, KH Marzuki Mustamar Manut Masyayikh

Hany Akasah • Sabtu, 9 Oktober 2021 | 18:04 WIB
MANUT: Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar manut Masyayih jika diminta maju sebagai Ketum PBNU. (Firman/ Radar Gresik)
MANUT: Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar manut Masyayih jika diminta maju sebagai Ketum PBNU. (Firman/ Radar Gresik)
GRESIK- KH Marzuki Mustamar berhasil masuk lima besar hasil survei calon ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kiai asal Malang itu menyalip nama-nama besar tokoh NU lainnya, termasuk KH Said Aqil Siradj.

KH Marzuki Mustamar akhirnya merespon hasil survei yang menyebut dirinya sebagai calon unggul dalam gelaran Muktamar NU ke 34. Dia mengaku manut masyayikh jika namanya diperkenankan maju dalam bursa caketum PBNU.  “Terserah orang-orang mau mereka suara seperti apa. Kami rumusnya manut masyayikh, kalau masyayikh bilang A maka kader NU, seperti saya, Kiyai Said, (KH Said Aqiel Siradj) Cak Imin, (Muhaimin Iskandar) Gus Nusron, (Nusron Wahid) Gus Yahya (Yahya Cholil Staquf) harus ikut. Begitu juga sebaliknya,” ungkap  KH Marzuki Mustakmar usai  acara peresmian RSI Nyai Ageng Pinatih, Gresik, Sabtu (9/10) kemarin.

Ketua PWNU Jawa Timur itu juga menyakini jika nama-nama yang muncul itu datang dari aspirasi kaum nahdliyin. Untuk itu, jika dirinya menolak, maka akan menyakiti para masyayikh dan jamiyah yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama (NU).  “Kalau tidak manut itu mengecewakan yang dibawah, menentang Masyakih Kuwalat. Semua kader NU harus Manut Masyayikh. Apa kata Masyayikh  dan mustakmirin,” tegasnya.

Sementara itu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tidak mau banyak komentar terkait nama-nama calon kandidat ketua yang muncul dalam survei. Sebaliknya, Kiyai Mif malah mempertanyakan hasil survei yang beredar.

“Sebenarnya survei itu kemana? Mestinya survei-survei itu ke cabang atau yang memiliki hak suara. Lah ini yang disurvei apa punya hak suara?,” tuturnya.

Adapun terkait mekanisme pemilihan dalam muktamar ke depan, pihaknya menyerahkan, semuanya ke muktamirin atau peserta yang hadir. Bisa jadi mekanisme pemilihan di Muktamar bisa berubah dari hasil keputusan Munas Alim Ulama’ yakni melalui one man one vote atau konvensional.

“Hasil munas kan memang dihadiri pengurus wilayah (PW) diputuskan one man one vote konvensional lah, tapi kalau di muktamar pengurus cabang-cabang yang ikut, bisa berubah nanti, sesuai keputusan muktamirin,” terangnya.

Seperti diketahui, Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama direncanakan digelar pada Desember 2021 di Lampung. Muktamar NU ini mengusung sejumlah agenda besar, termasuk pemilihan ketua umum PBNU yang baru. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#Kabupaten Gresik #KH Miftachul Akhyar #PBNU #gresik #kota gresik