Koordinator acara Saadatul Fitria mengatakan, omba ini bukan sekedar lomba, tapi lebih kepada mengajak masyarakat dan kader Fatayat untuk menyadari arti sebuah kesehatan, meskipun saat ini baru lewat senam. “Karena sebenarnya ketika kita sakit, maka kita baru akan merasakan betapa mahalnya arti sehat," kata koordinator acara Saadatul Fitria.
Menurutnya, dengan alasan kesibukan mengurus rumah tangga atau bekerja, banyak masyarakat khususnya ibu-ibu kurang memperhatikan pola hidup sehat dan enggan meluangkan waktunya berolahraga. Padahal dengan menjadikan olahraga sebagai gaya hidup maka akan memberikan manfaat yang positif bagi kesehatan diri dan keluarga. "Kami berprinsip bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat pula jiwa yang kuat. Fatayat NU harus sehat secara jasmani dan rohani," kata Fitria.
Sementara itu, ketua PAC Kebomas Dewi Mujiati menambahkan, bersamaan dengan lomba senam, digelar pula bazar online. Kegiatan itu sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian anggota Fatayat. “Bisnis online diminati dan mampu membantu masyarakat masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Desa Kedanyang Khusnul Fatimah mengapresiasi senam sehat PAC Fatayat NU Kebomas, terlebih kegiatan itu diisi dengan santunan anak yatim piatu. “Kami harap sering kegiatan seperti ini, supaya anak-anak yang tidak punya terbantu dan juga masyarakat tetap bisa hidup sehat,” pungkasnya. (ri/han) Editor : Hany Akasah