Para pedagang daging dadakan berjejer membuka lapak tepatnya di sepanjang jalan. Harga yang dijual pun sangat miring. Pembeli sudah bisa membawa pulang daging sapi tersebut dengan uang sebesar Rp 70 sampai 75 ribu saja.
Seperti yang dilakukan Nurma. Perempuan yang sehari-hari berjualan sayur di Pasar Sembayat ini memilih menjajakan daging kurban. “Kalau daging Rp 75 ribu kalau tulang Rp 35 ribu,” ujar Nurma menjajakan jualannya kepada warga yang melintas.
Menurut dia, pada Hari Raya Idul Adha ini memang berjualan daging kurban cukup menguntungkan. Sebab, dengan harga yang murah, banyak pedagang bakso maupun soto yang membeli. “Lumayan. Saya beli dari orang yang dapat daging kurban. Kemudian saya jual lagi,” kata dia.
Hal senada disampaikan Itra. Ia dan istri sehari-hari merupakan penjual nasi bungkus di rumahnya di Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. Setiap Hari Raya Idul Adha, ia selalu beralih menjadi pedagang daging dadakan. "Cuman satu hari ini saja jual dagingnya," ucapnya.
Pria berusia 53 tahun ini membeli daging dari warga yang mendapatkan jatah qurban di berbagai Masjid dan Mushola dengan harga Rp 65 ribu per kilogramnya, Kemudian dia jual lagi. "Saya jual lagi dengan harga Rp 75 ribu," kata dia. (yud/rof) Editor : Hany Akasah