RADAR GRESIK — Layanan penjaminan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) akan berakhir mulai 15 September 2026.
Kebijakan tersebut membuat peserta BPJS Kesehatan yang selama ini mendapatkan pelayanan di RSPG harus melakukan penyesuaian rujukan untuk mendapatkan layanan JKN.
Direktur Rumah Sakit Petrokimia Gresik, dr. Luviana Tyaswulandari, mengatakan pihak rumah sakit memahami adanya kekhawatiran masyarakat terkait berakhirnya layanan JKN tersebut. Namun, ia memastikan RSPG tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada seluruh pasien.
Baca Juga: Diduga Wajan Penggorengan Bocor, Pabrik Kerupuk di Menganti Gresik Terbakar
“Fokus utama kami saat ini dan ke depan adalah layanan yang optimal kepada pasien. Kami memohon pengertian masyarakat jika ada ketidaknyamanan yang terjadi atas ditutupnya layanan JKN pada RS Petrokimia Gresik,” kata Luviana, Rabu (9/9).
Ia menegaskan masyarakat Gresik tidak perlu khawatir. Sebab, rumah sakit lain yang masih berada dalam jaringan Petrokimia Grup tetap melayani peserta BPJS Kesehatan, di antaranya RS Graha Husada yang berada di Jalan Padi No. 3, Kompleks Perumahan Petrokimia Gresik, dan RS Petrokimia Gresik Driyorejo di Jalan Raya Legundi Km 0,5, Driyorejo.
Selain itu, sejumlah klinik PPK 1 dalam jaringan grup juga tetap memberikan pelayanan kepada peserta JKN.
Baca Juga: Mangsa Ayam di Dalam Kandang Warga Tebuwung Dukun, Ular Piton Sepanjang 2 Meter Dievakuasi Damkarla
“RSPG juga masih tetap menerima pasien BPJS Ketenagakerjaan dalam hal terjadi kecelakaan kerja,” ucapnya.
Lebih lanjut, Luviana menjelaskan meski layanan JKN secara umum dihentikan, terdapat pengecualian bagi pasien yang membutuhkan layanan bersifat life-saving treatment, salah satunya pasien hemodialisa atau cuci darah.
Ia memastikan pasien hemodialisa yang selama ini menggunakan JKN di RSPG tetap akan mendapatkan pelayanan. Pengaturan pelayanan tersebut dilakukan bersama BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Respon Cepat Krisis Kekeringan, DPC PDI Perjuangan Gresik Grojok Air Bersih untuk Warga Randuboto
“Terkait dengan pasien life-saving treatment yaitu layanan hemodialisa atau cuci darah yang menggunakan JKN pada RSPG, akan tetap dilayani di RSPG dengan pengaturan oleh BPJS Kesehatan,” imbuhnya.
Menurutnya, RSPG memahami pentingnya keberadaan program JKN bagi masyarakat, khususnya dalam menjamin akses terhadap layanan kesehatan.
Karena itu, selama masa transisi, rumah sakit menyiapkan pusat informasi melalui layanan pelanggan atau Customer Care resmi RSPG. Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu peserta JKN yang sedang menjalani perawatan maupun membutuhkan informasi mengenai pengalihan rujukan.
Baca Juga: DPRD Gresik Soroti P-APBD 2026: Pendapatan Daerah Turun, Anggaran Operasional Mendominasi
RSPG juga siap memfasilitasi pasien untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit lain dalam jaringan Petrokimia Grup sesuai ketentuan JKN. Khusus pasien gawat darurat yang datang ke IGD RSPG dan membutuhkan layanan JKN, rumah sakit akan memfasilitasi pengalihan pelayanan ke rumah sakit jaringan yang masih menerima BPJS Kesehatan.
Di tengah berakhirnya layanan JKN, RSPG justru tengah menyiapkan sejumlah layanan baru yang ditargetkan mulai dibuka pada September 2026.
Beberapa layanan tersebut antara lain Women & Children Center terpadu yang berfokus pada kesehatan perempuan serta tumbuh kembang anak, Occupational Health and Industrial Hygiene Center yang menyasar kebutuhan korporasi dan pekerja industri, Pain Clinic untuk penanganan nyeri pada saraf, Wound Clinic untuk perawatan luka termasuk luka pada pasien diabetes, serta Geriatric Clinic untuk pemeriksaan dan perawatan terpadu bagi lansia, termasuk kebutuhan fisioterapi.
Baca Juga: Jamin Stok dan Harga Aman Sesuai HET, Satgas Pangan Polres Gresik Gelar Sidak Pasar Baru
Luviana menegaskan seluruh proses pelayanan di RSPG akan tetap mengedepankan keselamatan pasien, kepatuhan, dan integritas.
“Kami berkomitmen penuh agar seluruh proses pelayanan di RSPG berjalan selaras dengan prinsip patient safety, kepatuhan dan integritas yang tinggi,” jelanya.
Sementara itu, Manajer Departemen Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG), R. Arzdi S, mengatakan selama ini hubungan antara RSPG dengan BPJS Kesehatan berjalan baik. Ia menyebut tidak ada kendala berarti dalam kerja sama pelayanan JKN selama ini.
Baca Juga: Ikuti Arahan Dirjenpas, Rutan Gresik Pertajam Pengawasan, Program Zero Halinar, dan Bebas Pungli
“Sejauh ini kalau dari perspektif kami selama ini baik-baik saja, Mas,” pesan singkatnya.
Menurutnya, jumlah kunjungan peserta BPJS Kesehatan ke RSPG mencapai sekitar 12 ribu kunjungan.
“Angka tersebut menunjukkan cukup banyak masyarakat yang selama ini memanfaatkan layanan JKN di rumah sakit,” pungkasnya. (jar/han)
Sumber : Radar Gresik