Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Resep Pemerataan Layanan Kesehatan untuk Warga Kepulauan, Pemkab Gresik Kembali Siagakan Ambulans Laut di Gili Noko Bawean

Hany Akasah • Jumat, 17 Juli 2026 | 16:04 WIB
JEMBATAN HARAPAN : Ambulans Laut Pemkab Gresik kini kembali mengarungi lautan untuk melayani masyarakat Pulau Gili Noko. (IST/ RADAR GRESIK)
JEMBATAN HARAPAN : Ambulans Laut Pemkab Gresik kini kembali mengarungi lautan untuk melayani masyarakat Pulau Gili Noko. (IST/ RADAR GRESIK)

RADAR GRESIK - Suasana Pulau Gili Noko siang itu (10/7/2026) tampak seperti hari-hari biasanya. Debur ombak berkejaran dengan angin laut, sementara hamparan pasir putih dan air sebening kaca menghadirkan ketenangan yang memanjakan mata. Beberapa anak tertawa bermain air di pesisir yang indah. Namun, ketenangan itu mendadak pecah.

Beberapa pria berlari kecil sambil mengangkat seorang pasien di atas tandu dari Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) menuju dermaga. Langkah mereka tergesa. Sesampainya di dermaga apung, tandu segera dipindahkan ke sebuah kapal berwarna merah putih yang telah bersandar. Mesin dinyalakan, kapal bergerak membelah ombak menuju Pulau Bawean.

Itu adalah pemandangan simulasi monitoring kembali beroperasinya ambulans laut milik Pemerintah Kabupaten Gresik untuk melayani masyarakat Pulau Gili Noko, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura. Simulasi ini menggambarkan bagaimana setiap menit menjadi sangat berharga ketika nyawa dipertaruhkan. 

Bagi warga di pulau kecil yang berada sekitar lima kilometer dari Pulau Bawean itu, laut bukan sekadar bentang alam yang indah dan sumber kehidupan mereka. Laut juga masih menjadi satu-satunya jalur menuju layanan kesehatan yang lebih lengkap.

Baca Juga: Memeriksa Layanan RSUD Umar Mas’ud Bawean, Intervensi Tepat Pemkab Gresik Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga Kepulauan

Ketika ada warga Gili Noko yang sakit, penanganan pertama dilakukan oleh bidan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes). Apabila kondisi pasien membutuhkan tindakan lanjutan, ambulans laut akan membawa pasien menuju Dermaga Pamona di Pulau Bawean. Perjalanan ditempuh sekitar 15 hingga 30 menit, bergantung pada kondisi cuaca dan tinggi gelombang.

Jika setelah diperiksa di RSUD Umar Mas’ud pasien masih memerlukan layanan kesehatan yang lebih spesialistik di daratan Jawa, proses rujukan akan dilanjutkan. Pasien dibawa menggunakan mobil ambulans menuju Pelabuhan Sangkapura untuk kemudian menyeberang ke Gresik.

Kepala Puskesmas Sangkapura, drg. Syaiful Umami, menjelaskan bahwa ambulans laut diprioritaskan untuk melayani rujukan pasien dari Pulau Gili Noko, terutama kasus-kasus yang membutuhkan penanganan segera seperti persalinan.

“Ambulans laut dipergunakan untuk rujukan, terutama rujukan dari Pulau Gili. Jadi ketika nanti ada pasien untuk rujukan ke RSUD Umar Mas’ud, bisa mengontak nakhodanya. Nakhoda standby di Pulau Gili dan akan diberangkatkan ke Dermaga Pamona. Setelah sampai di dermaga, mobil ambulans sudah standby dan pasien langsung dibawa ke RSUD Umar Mas’ud,” ujarnya.

Layanan ini bersiaga selama 24 jam dengan dukungan dua orang nakhoda yang bergantian bertugas. Menurut Syaiful, tantangan terbesar tetap berasal dari alam. “Kendalanya ombak ini tidak menentu, kadang besar sehingga memperlambat perjalanan,” katanya.

Meski demikian, keberadaan ambulans laut membawa perubahan besar bagi masyarakat. Selama ini, apabila harus menggunakan perahu nelayan untuk membawa pasien menuju Pulau Bawean, keluarga pasien harus mengeluarkan biaya sekitar Rp400 ribu untuk sekali penyeberangan.

Baca Juga: Suhu Malam Hari Lebih Dingin, Fenomena Bediding Mulai Landa Gresik dan Pulau Bawean

Kini, biaya transportasi tersebut ditanggung Pemerintah Kabupaten Gresik sehingga keluarga dapat lebih fokus mendampingi proses pengobatan tanpa dibebani ongkos perjalanan yang tidak sedikit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, mengatakan ambulans laut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan hingga wilayah kepulauan.

“Pemkab punya ambulans laut yang ditempatkan di Bawean khusus untuk rujukan Gili Noko. Layanan transportasi dari Gili Noko ke RSUD Umar Mas’ud kami fasilitasi dengan ambulans laut. Bahkan jika perlu dirujuk ke rumah sakit di Gresik daratan, Pemkab Gresik sudah menganggarkan bantuan untuk pembiayaan tenaga kesehatan pendamping,” ungkapnya.

Ambulans laut tersebut telah dilengkapi tempat tidur pasien, peralatan pemeriksaan kesehatan, emergency set untuk kondisi kegawatdaruratan, serta perlengkapan keselamatan pelayaran sesuai standar.

Layanan ini sebenarnya telah hadir sejak 2022. Namun, pada 2025 operasionalnya sempat terhenti akibat kerusakan kapal. Proses perbaikan membutuhkan waktu cukup lama karena komponen dan peralatan harus didatangkan dari luar daerah.

“Karena alat-alat serta mesinnya itu harus didatangkan dari luar sehingga membutuhkan waktu cukup lama. Alhamdulillah pada awal 2026 sudah beroperasi kembali dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” lanjut dr. Mukhibatul Khusnah.

Di pulau-pulau kecil, jarak sebuah harapan tidak selalu diukur dalam kilometer. Kadang, ia diukur dari seberapa cepat pertolongan bisa datang saat seseorang membutuhkan. Di situlah kesigapan pemerintah diperlukan. 

Karena itu, ambulans laut bukan sekadar kapal. Ia menjadi jembatan harapan yang menghubungkan warga kepulauan dengan layanan kesehatan yang layak. Sebuah ikhtiar Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan pembangunan benar-benar menjangkau seluruh warganya, hingga ke pulau-pulau terluar, sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam menikmati pelayanan dasar dan pembangunan manusia yang inklusif. (han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Gili Noko pemkab gresik BAWEAN ambulans laut ponkesdes