RADAR GRESIK - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Gresik secara resmi dilantik di Aula Putri Mijil, Pendopo Bupati Gresik. Acara pelantikan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen organisasi dalam mengakomodasi kepentingan petani serta mendukung tercapainya swasembada pangan nasional.
Tani Merdeka Indonesia sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian petani. Selain aktif memperjuangkan hak-hak petani, organisasi ini juga bergerak dalam memberikan pelatihan, memfasilitasi akses pasar, hingga memperkenalkan teknologi pertanian inovatif demi memperkuat ketahanan pangan.
Ketua DPD TMI Gresik, Yuyun Wahyudi, menyatakan keyakinannya bahwa dengan antusiasme dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk bergabungnya 10 anggota dewan dari Fraksi Gerindra DPRD Gresik ke dalam TMI, Gresik memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pelopor ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Kejati Gresik Dorong Ketahanan Pangan di Gresik Lewat Jaksa Sahabat Tani
Aktivis yang kini juga menjabat sebagai wakil rakyat di DPRD Gresik tersebut menegaskan bahwa para pengurus yang baru dilantik memiliki komitmen yang tinggi untuk mengimplementasikan program-program yang secara langsung bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Gresik.
"Alhamdulillah, kami berkomitmen untuk mengimplementasikan program-program yang berorientasi pada kesejahteraan petani. Kami akan senantiasa menjunjung tinggi kepentingan petani dan terus mendorong kemajuan sektor pertanian di Gresik," ujar Yuyun Wahyudi.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan kepada para pengurus TMI Gresik bahwa organisasi ini tidak hanya bergerak di sektor pertanian, melainkan juga mencakup peternakan, perikanan, dan hortikultura. "Kita harus mengakomodasi seluruh kelompok tani tanpa diskriminasi. Bantuan harus benar-benar sampai kepada petani, mari kita bekerja nyata di lapangan," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa, dengan menargetkan TMI Gresik memiliki 300 struktur di 356 desa yang ada. "Kita bukan organisasi yang hanya ada namanya saja, tetapi organisasi yang benar-benar mengakomodasi kepentingan masyarakat Gresik," imbuhnya.
Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran TMI di Gresik. Ia mengingatkan bahwa meskipun Gresik dikenal sebagai kota industri, sektor pertanian tetap menjadi yang terbesar kelima di Jawa Timur. "Mari kita sukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang fokus utamanya adalah menyejahterakan petani. TMI Gresik tentunya harus berorientasi pada bantuan kepada petani, tanpa memikirkan keuntungan semata (kapitalisme)," jelas Wabup Alif.
Baca Juga: Momentum Hari Tani, 21.403 Petani Rasakan Manfaat Program Makmur
Lebih lanjut, ia menyoroti keberhasilan TMI Gresik dalam menjalin MoU dengan Bulog terkait penyerapan gabah. Meski demikian, dr. Alif meminta TMI untuk memastikan agar Bulog membeli gabah dengan harga minimal Rp 6.500 per kilogram serta memastikan ketersediaan pupuk sesuai dengan kebutuhan petani. "TMI juga, jika memungkinkan, dapat memiliki unit penggilingan padi sendiri untuk membantu penyerapan dan pengolahan beras petani lokal. Dengan demikian, Gresik dapat menjadi salah satu pionir ketahanan pangan di Indonesia," pungkasnya. (Jar/han)
Editor : Hany Akasah