RADAR GRESIK – Tim Khusus Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat merespons aksi teror gangster yang meresahkan warga di wilayah Dukun dan Panceng.
Sebanyak enam orang berhasil diamankan petugas, lima di antaranya diketahui masih berstatus di bawah umur dan satu orang dewasa.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengungkapkan bahwa para pelaku merupakan kelompok oknum perguruan silat. Motif penyerangan brutal tersebut diduga kuat adalah upaya perampasan atribut perguruan silat lain.
Aksi yang terjadi pada Minggu (4/1/2026) dini hari tersebut dilakukan oleh gerombolan berjumlah sekitar 20 orang. Mereka mengendarai 10 motor dengan pakaian serba hitam serta membekali diri dengan senjata tajam jenis parang dan linggis.
"Kapolres Gresik telah memberi atensi khusus dan membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini," ujar AKP Arya Widjaya di Mapolres Gresik, Senin (5/1).
Peristiwa ini memakan total empat korban dengan lokasi berbeda.
Lokasi Pertama (Desa Lowayu, Dukun): Korban dikeroyok hingga mengalami luka robek serius di bagian punggung dengan lebar 8 cm dan 5 cm. Korban saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Mentaras.
Lokasi Kedua (Desa Ketanen, Panceng): Korban bernama Ahmad Zaki Syarifuddin yang sedang membeli nasi goreng diseret, dipukuli, hingga dilucuti pakaiannya. Warung setempat juga menjadi sasaran pelemparan batu.
Selain melakukan kekerasan fisik, gerombolan ini juga melakukan tindakan kriminal murni berupa perampasan. Di TKP kedua, para pelaku merampas tiga unit handphone milik korban, penjual nasi goreng, serta seorang pembeli lainnya.
Akibat pengeroyokan tersebut, Ahmad Zaki mengalami luka robek di kepala hingga mendapat 8 jahitan, memar di mata kiri, serta luka lecet di pipi dan tangan.
Saat ini, enam orang yang diamankan masih diperiksa intensif. Polisi telah mengantongi identitas belasan pelaku lainnya, termasuk otak di balik penyerangan tersebut.
“Bagi yang belum tertangkap, saya imbau untuk segera menyerahkan diri. Karena mau lari ke manapun, pasti akan kami tangkap,” tegas AKP Arya dengan nada peringatan.
Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat keluar malam hari. Warga juga diminta untuk tidak mengenakan atribut yang berpotensi memicu keributan antar kelompok guna menjaga kondusivitas wilayah. (yud/han)
Editor : Hany Akasah