RADAR GRESIK – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan jaminan kepada masyarakat terkait ketersediaan stok darah selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Berdasarkan pantauan terkini, stok darah di markas PMI Gresik berada dalam kondisi yang mencukupi untuk memenuhi permintaan dari berbagai rumah sakit di wilayah Kabupaten Gresik dan sekitarnya.
Ketua PMI Kabupaten Gresik, Achmad Nadlir, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi untuk memastikan pasokan darah tidak mengalami kekosongan meski aktivitas masyarakat cenderung berubah selama bulan puasa. Ia optimis stok yang ada saat ini dapat mencukupi kebutuhan hingga beberapa pekan ke depan.
"Menjelang puasa hingga memasuki Ramadan, stok darah kami aman. Insyaallah cukup untuk 2-3 minggu ke depan,” ujar Achmad Nadlir.
Berdasarkan data operasional, stok darah di PMI Gresik saat ini terbagi ke dalam beberapa komponen utama. Untuk komponen Packed Red Cell (PRC) yang memiliki jumlah paling banyak, tercatat golongan A tersedia sebanyak 220 kantong, golongan B 262 kantong, golongan O 371 kantong, dan golongan AB sebanyak 35 kantong.
Sementara itu, untuk komponen Whole Blood (WB), golongan A tersedia 21 kantong, B 25 kantong, O 42 kantong, dan AB 7 kantong.
PMI Gresik juga menyediakan komponen Thrombocytes Concentrate (TC) dan Fresh Frozen Plasma (FFP) dalam jumlah yang proporsional. Secara akumulatif, total stok darah berdasarkan golongan mencapai angka yang cukup besar, yakni golongan A sebanyak 267 kantong, B 320 kantong, O 442 kantong, dan AB sebanyak 48 kantong.
Achmad Nadlir menambahkan bahwa produktivitas PMI Gresik dalam menghimpun darah dari para pendonor tetap terjaga dengan baik sepanjang waktu.
"Rata-rata setiap bulan PMI Gresik mampu mengumpulkan sekitar 3.000 kantong darah dari berbagai kegiatan donor rutin maupun kerja sama dengan instansi dan perusahaan,” imbuhnya.
Guna menjaga stabilitas stok darah selama Ramadan, PMI Gresik menerapkan strategi jemput bola melalui unit donor darah keliling.
Mengingat sebagian besar masyarakat menjalankan ibadah puasa di siang hari, jadwal operasional mobil unit digeser menjadi setelah waktu berbuka puasa. Fokus lokasi penyisiran mencakup masjid-masjid besar dan area keramaian, khususnya di kawasan Gresik Kota Baru (GKB).
"Selama Ramadan kami keliling ke masjid-masjid dan lokasi ibadah. Biasanya setelah Maghrib. Titiknya banyak di GKB. Kami ingin tetap memudahkan masyarakat yang ingin donor meski sedang berpuasa," jelasnya.
Menariknya, peran PMI Gresik tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan medis domestik. Stok darah yang melimpah ini juga dipersiapkan untuk membantu daerah lain melalui skema distribusi lintas wilayah.
Hingga kini, PMI Gresik rutin mendistribusikan kantong darah ke sejumlah daerah sekitar seperti Bojonegoro, Lamongan, hingga Sumenep jika terjadi kebutuhan mendesak di daerah-daerah tersebut. (jar/han)
Editor : Hany Akasah