Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dinkes Catat 197 Kasus Baru AIDS di Gresik, Mayoritas LSL dan Usia Produktif

Fajar Yuliyanto • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:11 WIB
PELAYANAN - Petugas saat pelayanan mobile VCT yang dibuka untuk warga Gresik dalam peringatan Hari AIDS Sedunia.
PELAYANAN - Petugas saat pelayanan mobile VCT yang dibuka untuk warga Gresik dalam peringatan Hari AIDS Sedunia.

RADAR GRESIK – Kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di Kabupaten Gresik masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang serius. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, penyumbang terbesar kasus baru HIV/AIDS hingga tahun 2025 didominasi oleh kelompok laki suka laki (LSL).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2025, tercatat adanya 197 kasus baru AIDS di Gresik.

Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan total 298 kasus yang tercatat sepanjang tahun 2024. Meskipun ada penurunan, ia tetap mengingatkan agar masyarakat tetap waspada karena data ini belum final.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, mengonfirmasi bahwa kelompok LSL menjadi penyumbang terbesar kasus HIV, mencapai 18 persen dari kasus baru.

Persentase kasus baru lainnya disumbang oleh pasangan ODHIV (12%), TB-ODHA (11%), pasangan berisiko tinggi (11%), dan pelanggan pekerja seks (10%).

“Untuk yang paling banyak di LSL atau lelaki suka lelaki. Untuk rentan usia mayoritas penderita HIV di Gresik berada di usia 25 ke atas atau usia produktif,” ujar dr. Puspitasari.

Dr. Puspitasari menekankan pentingnya edukasi karena banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara HIV (virus) dan AIDS (kondisi ketika kekebalan tubuh sangat lemah).

Ia juga mengingatkan bahwa penularan HIV hanya terjadi melalui darah, hubungan seksual tidak aman, dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

“Yang penting HIV itu adalah pencegahannya, karena sekali orang yang terkena HIV itu dia tidak akan bisa lepas dari obat,” jelasnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini HIV belum dapat disembuhkan. Obat ARV (Anti-Retroviral) hanya berfungsi mengendalikan virus, bukan membunuhnya, dan harus diminum seumur hidup.

Dinkes Gresik terus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi dan perluasan cakupan layanan.

"Kami rutin memberikan sosialisasi tentang pencegahan dan pengobatan HIV dengan menggandeng seluruh puskesmas. Selain itu, kami aktif melakukan penemuan kasus melalui Mobile VCT bersama puskesmas," tambah dr. Puspitasari.

Pihaknya memastikan akses pemeriksaan HIV sangat mudah karena tersedia di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama. Untuk Mobile VCT, Dinkes aktif bekerja sama dengan Satpol PP, turun langsung ke kawasan berisiko tinggi seperti warung remang-remang, demi meningkatkan deteksi dini. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#AIDS #dinas kesehatan #gresik #pencegahan #hiv