RADAR GRESIK – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, suasana pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik tampil unik dan berbeda dari biasanya.
Para tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit milik Pemerintah Daerah tersebut memberikan pelayanan sambil mengenakan busana dan atribut tokoh pahlawan.
Para nakes terlihat menggunakan beragam atribut khas pejuang, mulai dari pakaian tentara rakyat, songkok veteran, peci goni, hingga aksesoris khas pejuang lainnya.
Pemandangan ini terlihat jelas di ruang Instalasi Radiologi, di mana dokter yang melayani pasien tampak mengenakan atribut khas pejuang veteran.
Kepala Ruang Instalasi Radiologi RSUD Ibnu Sina Gresik, Anang Ma'ruf, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi pengingat bagi generasi muda, khususnya nakes, untuk tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan.
"Ini sangat bagus karena kita jadi lebih menghargai perjuangan dan jasa para pahlawan. Mereka berjuang dengan darah dan semangat yang tinggi. Kita sebagai generasi muda harus meneladani semangat juangnya,” kata Anang.
Anang Ma'ruf menjelaskan, ruang Instalasi Radiologi RSUD Ibnu Sina melayani lebih dari 100 pasien dalam sehari, dengan hanya dua dokter yang bertugas.
Layanan yang disediakan meliputi enam jenis, di antaranya Radiologi konvensional, Radiologi kontras, CT Scan, USG, Mamografi, dan Panoramik.
Penggunaan atribut pahlawan ini, lanjutnya, tak hanya membuat suasana lebih semarak, tetapi juga mendapat sambutan positif dari pasien.
“Para pasien malah senang dan antusias, bahkan banyak yang minta foto bareng,” imbuhnya.
Meskipun tidak seluruh nakes bisa memakai kostum lengkap karena tuntutan teknis pekerjaan, atribut yang simpel menjadi pilihan. Anang juga memberikan motivasi bahwa perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi dalam pelayanan kesehatan.
“Jangan dianggap dokter hanya bekerja biasa. Kami juga berjuang, bekerja dengan loyal, tanpa batasan waktu. Harus standby 24 jam untuk pasien. Bahkan ketika bersama keluarga, kita tetap harus merespon pasien yang bertanya. Ini bagian dari pelayanan prima,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah