Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Cetak Generasi Emas, Desa Putat Lor Tekan Angka Stunting Lewat Program BKB Emas

Fajar Yuliyanto • Minggu, 24 Agustus 2025 | 00:45 WIB
PENYULUHAN : Program nasional dorong peran keluarga dalam tumbuh kembang anak
PENYULUHAN : Program nasional dorong peran keluarga dalam tumbuh kembang anak

RADAR GRESIK – Pemerintah Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, terus berupaya menekan angka stunting dengan program inovatif Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Anak Stunting (BKB Emas).

Kegiatan rutin ini menyasar ibu hamil dan keluarga dengan balita untuk memberikan edukasi pentingnya pengasuhan yang tepat demi tumbuh kembang anak yang optimal.

Ketua PPKBD Desa Putat Lor, Sri Astuti, menjelaskan bahwa program BKB Emas adalah bagian dari upaya penguatan peran keluarga. Pertemuan rutin ini dijadwalkan sebanyak tujuh kali.

Pada pertemuan keempat, materi yang dibahas adalah Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup nutrisi, perawatan kehamilan, dan pencegahan stunting.

Program ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga simulasi interaktif. Misalnya, ibu hamil diajarkan berinteraksi dengan janin, sementara para ibu balita diajak bermain permainan edukatif yang menstimulasi perkembangan otak anak.

"Kegiatan ini juga disertai simulasi, misalnya interaksi ibu hamil dengan bayi dalam kandungan agar terjalin kedekatan emosional sejak dini. Untuk balita, dilakukan permainan edukatif guna menstimulasi perkembangan otak agar kelak menjadi generasi emas," jelas Astuti.

Bidan Desa Putat Lor, Roghifatul Munawaroh dan Suci Indarsih, turut mendampingi kegiatan ini. Mereka memanfaatkan berbagai media pendukung, seperti Buku Seratus HPK, Kartu Kembang Anak (KKA), dan Alat Permainan Edukatif (APE), untuk memantau perkembangan anak secara menyenangkan.

Roghifatul Munawaroh mengungkapkan kabar gembira bahwa angka stunting di Desa Putat Lor telah mencapai nol. Meski demikian, masih ada 13 balita yang mengalami kondisi kurang gizi.

"Alhamdulillah stunting di Putat Lor sudah nol. Untuk 13 balita kurang gizi, kami dampingi dengan pemberian makanan bergizi seperti sup, susu, telur, dan beras dari desa setiap enam bulan sekali. Selain itu, puskesmas juga ikut menyalurkan bantuan makanan tambahan," ujarnya.

Dengan program BKB Emas yang konsisten, Pemdes Putat Lor optimis dapat mempertahankan capaian ini dan terus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak sebagai generasi emas di masa depan. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#kesehatan #bkb #menganti #gresik #Putat LOR #balita