RADAR GRESIK – Industri kreatif Kabupaten Gresik kembali menunjukkan taringnya di kancah seni peran layar lebar. Sebuah film drama keluarga berbalut ketegangan kriminal bertajuk “AYO PULANG” hadir mengangkat sisi keindahan budaya, kekayaan alam, gastronomi, hingga potensi talenta lokal Kota Santri ke tingkat nasional.
Film ini menceritakan dinamika kehidupan Bima, seorang pemuda yang harus memikul beban sebagai tulang punggung keluarga usai ditinggalkan sang ayah.
Di tengah himpitan ekonomi dan tuntutan merawat ibu serta kakaknya yang memiliki keterbatasan mental, Bima berada di titik terendah dalam hidupnya.
Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Gresik Obral Diskon PBB-P2, BPHTB, dan Bebaskan Denda Pajak Daerah
Alur cerita semakin menguras emosi saat Bima dan kakaknya terseret konflik kriminal hingga disekap oleh kelompok mafia. Perjuangan menyelamatkan diri tersebut menjadi titik balik bagi Bima untuk menemukan kembali keberanian, harapan, dan arti penting sebuah keluarga.
Lebih dari sekadar tontonan hiburan, film “AYO PULANG” menjadikan Gresik sebagai identitas utama visual. Lanskap alam, sudut kota, kuliner khas, hingga kearifan lokal hadir mempertegas pesan bahwa Gresik bukan sekadar kota industri, melainkan daerah yang kaya akan potensi budaya dan seni kreatif.
Sukses menggelar Gala Premiere pada 14 Agustus 2026 di CGV Icon Mall Gresik, film ini dijadwalkan bakal tayang serentak untuk umum mulai 21 Agustus 2026 di tempat yang sama.
Keunikan film “AYO PULANG” terletak pada keterlibatan seluruh jajaran pemeran utamanya yang merupakan putra-putri asli Gresik. Langkah ini membuktikan bahwa talenta daerah memiliki daya saing tinggi di industri perfilman nasional.
Dari proses produksi, tim sinematografi menggunakan pendekatan visual unik memanfaatkan gabungan perangkat seluler (handphone), kamera, hingga drone. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keterbatasan alat bukan penghalang untuk melahirkan karya sinematik yang kuat dan berkarakter.
Perwakilan Tim Produksi Film AYO PULANG, Roby, menegaskan bahwa kehadiran karya sinematik ini berawal dari kecintaan para kreator terhadap tanah kelahiran.
"Film 'AYO PULANG' ini merupakan wujud kecintaan kami terhadap Gresik. Lewat film ini, kami ingin membuktikan bahwa Gresik bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya, pesona alam, serta talenta-talenta kreatif yang luar biasa. Seluruh pemain utamanya adalah putra-putri asli Gresik, dan kami bangga bisa membawa nama daerah ke layar lebar," ujar Roby.
Tim produksi “AYO PULANG” juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik serta Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik atas fasilitasi dan dukungan penuh terhadap perkembangan ekosistem kreatif lokal.
Tidak berhenti pada hiburan, film ini mengemban misi edukasi lingkungan dengan mengangkat isu ancaman kelestarian Rusa Bawean, satwa endemik khas Pulau Bawean, Gresik.
Bentuk kepedulian nyata ditunjukkan tim produksi dengan berkomitmen mengalokasikan sebagian pendapatan tiket film untuk mendukung program konservasi Rusa Bawean lewat kerja sama dengan lembaga pelestarian lingkungan.
"Kami tidak ingin film ini berhenti sekadar sebagai tontonan hiburan di bioskop. Sejak awal, tim produksi mengusung misi sosial dan lingkungan, salah satunya mengangkat keberadaan Rusa Bawean yang merupakan satwa endemik kebanggaan Gresik. Sebagian hasil dari pendapatan penayangan film ini nantinya akan kami alokasikan langsung untuk mendukung program pelestarian dan konservasi Rusa Bawean," tambah Roby.
Selain alokasi dana pelestarian, tim juga merencanakan agenda road show pemutaran film langsung ke Pulau Bawean yang dirangkai dengan kampanye edukasi dan diskusi konservasi bersama warga setempat.
Melalui narasi persaudaraan, aksi kriminal, pesona budaya, hingga konservasi satwa langka, “AYO PULANG” membawa pesan mendalam bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah pergi, selalu ada alasan untuk kembali ke kampung halaman. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik