RADAR GRESIK – Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum refleksi bagi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik untuk menegaskan peran perempuan dalam pembangunan dan kesejahteraan sosial.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, M.Kes menekankan bahwa sosok Kartini masa kini bukan sekadar simbol, melainkan perempuan yang tangguh secara pemikiran, prinsip, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala dinas, dr. Ummi mengakui bahwa dunia sosial penuh dengan tantangan yang tidak mengenal waktu maupun gender.
Ia kerap menekankan kepada jajarannya, terutama staf perempuan, untuk selalu siap siaga kapan pun dibutuhkan, baik itu dalam menangani kasus ketelantaran maupun perlindungan bagi korban kekerasan.
"Dinamikanya, kita harus siap lari dan siap dua puluh empat jam. Itulah yang menjadi kewajiban dan kewenangan Dinas Sosial untuk mensejahterakan masyarakat. Jadi saya minta tolong kepada tim saya untuk jangan pakai high heels. Kita harus siap kapan pun dibutuhkan di lapangan," ujar dr. Ummi.
Salah satu fokus utama Dinsos Gresik saat ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi bagi perempuan yang menjadi kepala rumah tangga.
Program ini menyasar para perempuan yang harus menjadi tulang punggung keluarga akibat berbagai situasi, seperti perceraian atau ditinggal wafat suami.
Dinsos Gresik tidak sekadar melakukan pendataan, tetapi juga memberikan bantuan modal usaha yang disinergikan dengan pelatihan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, seperti Disnaker dan Dinas KBPPA.
"Target kami untuk tahun 2026 ini ada sekitar tiga ratus perempuan kepala rumah tangga yang masuk dalam desil satu hingga empat yang akan mendapatkan bantuan modal usaha. Ini adalah langkah konkret agar mereka bisa melakukan graduasi dari penerima bantuan menjadi mandiri secara ekonomi," jelas dr. Ummi.
Baca Juga: Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Kartini di Era Algoritma dan Tantangan Kesetaraan Digital
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinsos Gresik aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai organisasi kewanitaan seperti Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, hingga Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM).
Jika ditemukan masyarakat miskin yang belum tersentuh bantuan, dr. Ummi mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke Dinas Sosial agar data dapat segera diverifikasi dan diperbarui melalui ground check langsung ke lapangan.
Lebih jauh, dr. Ummi memberikan pesan inspiratif bagi seluruh perempuan di Kabupaten Gresik agar tetap menjadi pribadi yang tangguh tanpa meninggalkan kodratnya.
Baca Juga: Kiprah 'Aisyiyah Gresik, Meneladani Semangat Kartini dalam Dakwah Melintasi Zaman
Menurutnya, kesuksesan seorang perempuan harus dibarengi dengan manajemen waktu dan keseimbangan peran di dalam keluarga.
"Setinggi apa pun wanita mencapai karier, saat sampai di rumah, jadilah istri dan ibu yang seutuhnya. Keberhasilan perempuan tidak lepas dari dukungan keluarga. Jadi, tetap jaga keseimbangan, karena di mana pun ada sentuhan wanita, saya yakin tempat itu akan menjadi lebih indah dan cantik," pungkas dr. Ummi (nov/han)
Editor : Hany Akasah