Refleksi Hari Kartini 2026: Srikandi Pendidikan Gresik Bersinergi Cetak Generasi Mandiri dan Inklusif

RADAR GRESIK – Peringatan Hari Kartini tahun 2026 menjadi momentum refleksi mendalam bagi para tokoh pendidikan perempuan di Kabupaten Gresik.
Dari pendidikan anak berkebutuhan khusus hingga jenjang vokasi, semangat Raden Ajeng Kartini diaktualisasikan melalui perjuangan mencerdaskan bangsa dan mendobrak keterbatasan di era modern.
Inklusivitas dan Kasih Sayang di UPT LP ABK
Kepala UPT LP ABK Gresik, Renyta Yuniarti Ningtyas, menegaskan bahwa manifestasi nyata perjuangan Kartini masa kini terlihat dari keteguhan para pendidik dalam mendampingi anak-anak istimewa. Menurutnya, keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan untuk kemandirian.
"Sebagaimana Kartini mendobrak tradisi demi kemajuan, mari kita wujudkan Kabupaten Gresik yang inklusi. Di mana setiap anak mendapatkan cinta, pendidikan, dan kesempatan yang setara untuk menjadi versi terbaik diri mereka sendiri," ungkap Renyta.
Baca Juga: Kiprah 'Aisyiyah Gresik, Meneladani Semangat Kartini dalam Dakwah Melintasi Zaman
Menanamkan Karakter Rabbani di KBTK YIMI
Senada, Kepala KBTK YIMI Gresik, Kristantin, S.Pd., M.Pd., memaknai semangat Kartini sebagai cahaya penuntun bagi pendidik. Di level pendidikan anak usia dini, ia menekankan pentingnya menanamkan keberanian bermimpi setinggi langit pada setiap anak didik.
"Kami tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi menanamkan keberanian agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berdaya dan berbudi pekerti. Semoga semangat RA Kartini selalu ada di hati kita dalam mendidik generasi Rabbani," tuturnya.
Literasi dan Akhlak di MTs NU Trate
Dari sudut pandang pendidikan menengah, Kepala MTs NU Trate Gresik, Nihayatul Mas'unah, S.Psi, melihat sosok Kartini sebagai teladan dalam membentuk karakter siswa yang mandiri dan berakhlakul karimah. Ia mengajak seluruh elemen untuk memerangi kebodohan melalui literasi.



