Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Punya Banyak Karomah, Habib Abu Bakar Assegaf Pemimpin Wali se-Dunia

Hany Akasah • Kamis, 6 April 2023 | 16:20 WIB
JADI JUJUKAN PEJABAT: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Gresik Aminatun Habibah saat berziarah ke  Makam Habib Abu Bakar Assegaf. (Dok/Radar Gresik)
JADI JUJUKAN PEJABAT: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Gresik Aminatun Habibah saat berziarah ke Makam Habib Abu Bakar Assegaf. (Dok/Radar Gresik)

GRESIK - Masjid Jami’ Gresik tak pernah sepi. Selain menjadi salah satu masjid tertua di Pulau Jawa, di kawasan Masjid Jami juga ada kompleks makam Habib Abu Bakar Assegaf. Semasa hidupnya, Habib Abu Bakar Assegaf merupakan pemimpin wali sedunia

Habib Muhammad Assegaf, salah satu warga yang mewarisi keturunan menjelaskan, Habib Abu Bakar Assegaf merupakan pimpinan para wali di dunia pada masa itu. Sehingga, Habib Abu Bakar mendapat julukan Al Qutb atau pimpinan para wali. "Beliau orang yang salih, alim, walim bahkan pimpinan wali sedunia. Bukan se-Indonesia lagi, ini di dunia," jelas Habib Muhammad.

Para wali itu, lanjut Habib Muhammad, memiliki struktur organisasi. Ia mengibaratkan struktur tersebut memiliki wakil, menteri, hingga kepala daerah. Semasa hidupnya, Habib Abu Bakar Assegaf merupakan pemimpin wali sedunia.

Baca Juga : Haul Ibu Asuh Sunan Giri ke-555, Gelar Doa Bersama dan Beri Santunan

"Jadi kewalian itu ada Al Qutb, Al-'Ibad, Az-Zuhad, Al-Afrad dan ada banyak lagi. Ibaratnya, Habib Abu Bakar ini presidennya para wali se-dunia pada masa itu," imbuh pemimpin Pondok Pesantren Ar Roudloh.

Habib Muhammad menjelaskan, Habib Abu Bakar Assegaf merupakan salah satu ulama yang lahir di kawasan Besuki, Jawa Timur pada 1869. Habib Abu Bakar Assegaf lalu dikirim oleh ibunya ke tanah leluhurnya di Sewun Tarim, Yaman Selatan. Sepulangnya dari sana, Habib Abu Bakar Assegaf menuju kota kelahirannya. Di sana dia melakukan aktivitas dakwah sekitar 3 tahun.

Setelah itu, pada usia 20 tahun, dia hijrah ke Gresik. Dikutip dari buku '17 Habaib Berpengaruh di Indonesia' karya Abdul Qadir Umar Mauladdawilah, pada usia itu dia mendapatkan panggilan spiritual untuk melakukan aktivitas menyepi. Saat itu dia berhenti menghentikan aktivitas duniawi dan hanya fokus beribadah hingga 15 tahun lamanya. Bahkan, banyak karomah atau keistimewaan yang dimiliki oleh Habib Abu Bakar Assegaf. Seperti doanya dikabulkan Allah, bisa menyembuhkan penyakit dan lain sebagainya.

Habib Abu Bakar membuka Majelis Ta'lim di rumahnya, di Gresik. Kedalaman dan kejernihan hati yang dimilikinya telah melahirkan banyak murid-murid yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Pada tahun 1957, Habib Abu Bakar Assegaf wafat dan dimakamkan di Gresik.

Baca Juga : Dibangun saat Penyebaran Islam, Masjid Jami’ Kini Jadi Jujukan Wisata

"Beliau wafat pada tanggal 17 Dzulhijah. Meski sudah puluhan tahun, beliau masih memberi banyak manfaat bagi warga sekitar Gresik. UMKM hidup, tukang parkir banyak rezeki, penjual ramai, fakir miskin yang mengemis pun mendapat berkah dari haul ini," tutur Habib Muhammad.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah mengatakan, seluruh  pejabat yang datang ke Gresik pasti dan merasa wajib berziarah ke Makam Habib Abu Bakar Assegaf. “Apalagi, kalau haul Habib Abu Bakar, seluruh keturunann atau marga Assegar di dunia pasti akan ke Gresik,” kata Khofifah. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#berita #Habib Abu Bakar Assegaf #gresik #makam aulia #News #masjid jami'