Ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kim Hin Kiong, Tan Sutanto ,71, mengatakan berbagai umat Tionghoa di Gresik, Surabaya dan sekitarnya menggelar doa bersama di malam tahun batu Imlek.
"Kami berdoa, semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Apalagi, pandemi covid-19 sudah sirna di seluruh dunia,", Senin (23/1).
Tan Sutanto menjelaskan menurutnya Imlek tahun ini dalam kalender China masuk tahun kelinci, sehingga diharapkan masyarakat bisa pandai mencari uang untuk meningkatkan ekonomi keluarga, masyarakat dan Bangsa Indonesia.
Baca Juga : Tahun Baru Imlek 2574, Klenteng Kim Hin Kiong Gresik Berbenah
"Tahun kelinci ini, semoga ekonomi semakin baik, sebab kelinci pintar. Dalam artian pintar bekerja mencari uang," jelasnya.
Tan Sutanto menambahkan Umat Tionghoa di Gresik dan sekitarnya menggelar doa tahun baru Imlek di Kelenteng Kim Hin Kiong, karena sebagai Kelenteng tertua di Pulau Jawa. Usianya sampai saat ini sudah 870 tahun, sebab dibangun sejak tahun 1153 Masehi.
"Sekretaris Chengho mengatakan, sebelum Chengho datang sudah ada komunitas Tionghoa di Gresik. Karena Surabaya belum ada," katanya.
Pada tahun baru Imlek 2574, ada 105 lampion dipasang di sekitar Kelenteng Kim Hin Kiong. "Lampion ini sebagai simbol menyinari keluarga," katanya.
Sementara itu, Tanto salah satu Umat Tionghoa yang berdoa di Kelenteng Kim Hin Kiong menuturkan di malam tahun baru Imlek 2574 ini diadakan doa bersama.
"Kami berharap terbaik untuk kita semua. Pandemi segera selesai, segera beraktivitas seperti biasa. Semoga, semuanya berjalan dengan lancar," tuturnya.
Baca Juga : Tahun Baru Imlek, Harga Sembako Stabil
Tanto menambahkan, kegiatan umat Tionghoa di Gresik saat merayakan tahun baru Imlek 2574 yaitu dimeriahkan dengan acara kunjungan keluarga.
"Kita rayakan dengan kunjungan keluarga, ke orang tua dan saudara-saudara. Suasana doa bersama berlangsung aman dan lancar dengan pengamanan dari petugas gabungan dari jajaran Polres Gresik dan TNI," pungkasnya.(*/han) Editor : Hany Akasah