Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menuturkan, minimnya dokter spesialis khususnya untuk kepulauan Bawean membuat layanan medis kurang maksimal.
Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran untuk beasiswa bagi dokter umum yang ingin melanjutkan ke jenjang spesialis, gratis sampai lulus asalkan mau ditempatkan di Pulau Bawean.
Baca Juga : Diduga Kesurupan, Warga Sukaoneng Bawean Tidak Makan Dua Hari
"Progres dan anggaran sudah siap 2023, kami launching dengan tujuan pemerataan kesehatan di kepulauan Bawean yang sampai saat ini membutuhkan dokter spesialis," kata Bupati Yani, disela-sela kegiatan Gresik Health Expo.
Menurut Yani, kurangnya dokter spesialis tidak hanya di kepulauan Bawean dan Gresik secara umum, bahkan secara nasional beberapa Kabupaten dan Kota lain di Indonesia mengalami problem yang sama.
"Kita harus selangkah lebih cepat, mudah mudahan program ini tidak hanya berjalan di tahun 2023 saja namun berkelanjutan. Sustainablenya ada 2024 kita lihat apa kekuranganya kita siapkan baik segi anggaran maupun Perbupnya," imbuhnya
Pada kesempatan itu pula Gus Yani mengajak para Dokter dan ahli kesehatan untuk bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan layanan kesehatan yang prima di Kabupaten Gresik.
Baca Juga : PKK HIMATRIAN UISI Fasilitasi Pengembangan Produk Gula Aren Bawean
Seperti program Universal Health Coverage (UHC) yang dijalankan pemerintah, Yani berharap saran dan masukan terkait kekurangan dan kesalahan UHC.
"Ini bisa di koordinasikan melalui Dinas Kesehatan ataupun langsung kepada Saya selaku Kepala Daerah," tandasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah