Salah satu warga di sekitar obyek wisata Banyu Biru Qurotul Aini menuturkan sebelumnya keberadaan wisata di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun ini menjadi jujukan wisatawan karena keasrian dan kealamian alamnya yang masih terjaga ditambah banyaknya pepohonan rindang.
Warna biru yang terlihat karena kandungan belerang terdapat dalam sendang. Hal itu dipercaya orang yang berkunjung, salah satu cara mengobati penyakit gatal - gatal.
"Dulu airnya biru seperti air laut. Kini berubah menjadi hijau dan kondisinya kurang terawat. Juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit karena air-nya mengandung belerang," ujarnya. Sejak direvitalisasi kondisi wisata tersebut berubah drastis. Jika sebelumnya terlihat asri dan alami, kini berubah jadi wisata buatan kolam renang. Bahkan wisata yang sebelumnya mematok tiket masuk, kini sudah tidak lagi. "Dulu sempat kalau warga luar desa masuk pakai bayar dan beli tiket untuk perawatan. Tapi sekarang udah nggak, karena mungkin sepi. Petugas wisata tidak ada. Dulu masih ada yang bersihkan," tambahnya.
Sebagaimana informasi pada tahun 2018, Pemkab Gresik melalui APBD bantuan keuangan (BK) menggelontorkan bantuan ke Desa Lowayu sebesar Rp 1 miliar untuk merevitalisasi wisata banyu biru. Di tahun itu, pemerintah desa setempat melakukan revitalisasi total dengan membuat kolam renang serta menambah fasilitas umum seperti kamar ganti, gazebo dan toilet serta area parkir di wisata tersebut.
Kepala Desa Lowayu Amin Iskandar menjelaskan sepinya wisata yang ada di desanya. Ia menyebut kondisi tersebut karena adanya pandemi Covid-19. Bahkan, wisata tersebut sempat tutup sementara. Sejak pandemi, ditambahkan dia pemerintah desa mengimbau agar warga berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah. Amin juga berharap, agar wisata ini bisa pulih kembali. "Sepi itu karena pandemi. Bahkan sempat tutup. Kan sejak akhir Maret. Ya saat ada Corona kan warga lebih banyak di rumah saja daripada di tempat wisata," ungkap dia. Wisata tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Sedangkan, pada tahun 2018 dilakukan revitalisasi dengan menambah wahana baru yang diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pemasukan kas desa. "Setelah itu lalu kami membentuk BUMDes untuk mengelola wisata Banyu Biru Lowayu, harapannya bisa memberikan memajukan dirasa lebih jadi tempat wisata yang alami,"pungkasnya.(yud/han) Editor : Hany Akasah