Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ketegangan Global Belum Berimbas, Stok dan Harga Solar Nelayan Gresik Dipastikan Masih Aman

Fajar Yuliyanto • Selasa, 31 Maret 2026 | 07:25 WIB
Berbaris : Perahu nelayan Gresik berbaris saat mau melaut. (Fajar/Radar Gresik)
Berbaris : Perahu nelayan Gresik berbaris saat mau melaut. (Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Konflik yang tengah memanas di Timur Tengah antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat sejauh ini belum berdampak signifikan bagi aktivitas nelayan di Kabupaten Gresik.

Meski jalur logistik global terancam, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bagi para nelayan di wilayah utara Gresik terpantau masih stabil.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik, Semaun, mengungkapkan bahwa meskipun ada kekhawatiran terkait pembatasan Selat Hormuz yang diprediksi memengaruhi sektor energi dalam negeri, kondisi di lapangan saat ini masih dalam taraf aman.

Baca Juga: Temuan Jasad Bayi di Driyorejo: Hasil Autopsi Ungkap Luka Benda Tumpul, Polisi Duga Ada Unsur Pembunuhan

Menurut Semaun, para nelayan di wilayah Panceng dan Ujungpangkah sejauh ini masih bisa mengakses solar dengan harga normal melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Nelayan (SPBUN).

“Sepertinya untuk hari-hari ini masih belum (terdampak). Stok solar nelayan masih tersedia karena kami mengambilnya di SPBUN, bukan di SPBU umum. Harganya pun masih standar di angka Rp 6.800 per liter,” ujar Semaun, Senin (30/3).

Ia menambahkan bahwa SPBUN di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tetap beroperasi secara rutin enam hari dalam seminggu untuk melayani kebutuhan melaut para nelayan. "Kamis kemarin nelayan masih lancar membeli solar di SPBUN Campurejo," imbuhnya.

Baca Juga: Tuntaskan Fase Kedua, Cargill Perkuat Kolaborasi Komunitas Cegah Stunting di Enam Desa Manyar Gresik

Meski kondisi saat ini aman, HNSI Gresik mencatat ada sekitar 5.000 perahu nelayan yang tersebar di berbagai wilayah Gresik dengan kebutuhan solar yang bervariasi.

Persoalan muncul ketika stok di SPBUN menipis di akhir bulan, sehingga nelayan terpaksa beralih ke pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, para nelayan mendesak agar proyek pembangunan SPBUN di Kecamatan Ujungpangkah segera dituntaskan. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan energi bagi ribuan nelayan.

Baca Juga: Lupa Rem Tangan Saat Ditinggal Ngopi, Pikap Terperosok ke Pekarangan di Kebomas Gresik

“Harapan kami sebagai perwakilan nelayan, tolong dibantu agar SPBUN di Ujungpangkah secepatnya dibangun. Ini penting supaya nelayan tidak kelabakan mencari solar di akhir bulan, karena di pengecer harganya tidak semurah di SPBUN,” pungkas Semaun. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#campurrejo #gresik #nelayan #PANCENG #Solar #BBM