RADAR GRESIK – Pandemi Covid-19 menjadi titik balik bagi banyak pelaku usaha, tak terkecuali bagi Shubkhi Basyar (35). Pria kelahiran Gresik, 13 Juli 1990 ini berhasil menakhodai PT Aji Bakuh Anugrah (ABA) melewati badai krisis dengan melakukan transformasi bisnis yang radikal sekaligus berdampak positif bagi lingkungan.
Didirikan pada tahun 2018, PT ABA awalnya bergerak di bidang supplier mekanikal dan elektronikal untuk berbagai pabrik.
Namun, hantaman pandemi menyisakan persoalan pelik berupa piutang macet yang mengganggu stabilitas perusahaan. Kondisi tersebut memaksa Shubkhi untuk memutar otak dan mencari peluang baru yang lebih sehat secara finansial.
Melihat realita pasar saat itu, Shubkhi memutuskan membawa PT ABA masuk ke sektor agrobisnis. Keputusan ini diambil karena sektor tersebut memiliki perputaran arus kas (cashflow) yang jauh lebih cepat dibandingkan bisnis sebelumnya.
Nama "Aji Bakuh Anugrah" sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Nama tersebut mengandung doa mendalam, yakni anugerah dan keberuntungan yang diharapkan datang secara terus-menerus bagi perusahaan dan orang-orang di dalamnya.
Di tangan Shubkhi, agrobisnis tidak hanya soal jual-beli hasil bumi. Ia melihat masalah lingkungan yang selama ini luput dari perhatian: limbah sekam padi. Di banyak tempat, sekam padi sering kali terbuang sia-sia atau hanya dibakar tanpa nilai tambah.
"Kami melihat banyak limbah sekam padi terbuang sia-sia. Fokus kami adalah mengolah limbah tersebut menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi," ujar lulusan S1 yang memiliki hobi menembak ini.
Meski sempat terkendala modal kerja yang terbatas di awal transisi, Direktur Utama PT ABA ini mampu mengelola sumber daya yang ada dengan baik hingga bisnisnya stabil dan berkembang seperti saat ini.
Karakter Shubkhi yang hobi menembak tampaknya tecermin dalam caranya menjalankan bisnis: fokus, tenang, dan tepat sasaran. Ia membuktikan bahwa tantangan ekonomi seperti pandemi bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah inovasi.
Kini, PT ABA terus berkomitmen dalam pengembangan sektor agrobisnis berbasis pemberdayaan limbah. Selain menguntungkan secara bisnis, langkah ini menjadi solusi nyata bagi permasalahan lingkungan di sektor pertanian.
"Masalah modal di awal memang menantang, tapi dengan pengelolaan yang tepat, semua bisa berjalan beriringan dengan visi besar perusahaan," pungkas pengusaha muda asal Gresik tersebut. (rir/han)
Editor : Hany Akasah