Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tingkatkan Literasi Kesehatan, Dinkes Gresik dan Cargill Perkuat Aksi Cegah Stunting

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 29 November 2025 | 16:21 WIB
Photo
Photo

GRESIK – Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bersama Cargill Gresik memperkuat program pencegahan stunting melalui kegiatan Shared Learning bagi kader Laskar Cegah Stunting di Kecamatan Manyar. Kegiatan yang digelar di Balai Desa Peganden pada 27 November 2025 itu diikuti 42 kader dari enam desa sasaran.

Program tersebut berfokus pada peningkatan literasi kesehatan, terutama kemampuan membaca dan memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai instrumen pemantauan tumbuh kembang anak.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik, dr. Anik Lutfiyah, mengatakan pencegahan dini merupakan pendekatan paling efektif dalam penanganan stunting. “Semua indikator penting tumbuh kembang sudah tersedia di Buku KIA. Jika orang tua dan kader memahami isinya, risiko stunting bisa teridentifikasi sejak awal,” katanya.

Menurut Anik, pencatatan yang konsisten akan membantu tenaga kesehatan menganalisis pola pertumbuhan dan mendeteksi gangguan sejak dini. Ia menilai peran kader desa penting untuk memastikan pemahaman orang tua tetap terarah. “Buku KIA itu arsip perjalanan kesehatan anak. Kader harus mampu mendampingi ibu dalam mencatat dan membaca data tersebut,” ujarnya.

Cargill Gresik, melalui program CSR yang berjalan tiga tahun terakhir, ikut memperkuat kapasitas kader sebagai garda terdepan edukasi kesehatan di desa. Admin & Relations Manager PT Cargill Indonesia – Cocoa & Chocolate Gresik, Adi Suprayitno, mengatakan dukungan terhadap Laskar Cegah Stunting menjadi bagian dari investasi sosial perusahaan.

“Kader adalah motor penggerak di desa. Dukungan mereka, bersama kepala desa dan kelompok masyarakat, merupakan fondasi penting dalam upaya menurunkan prevalensi stunting,” ujarnya.

Selain pelatihan kader, Cargill juga melakukan edukasi bagi remaja putri serta orang tua siswa PAUD untuk memperkuat pemahaman gizi sejak dini. “Program kami dirancang komprehensif agar seluruh pemangku kepentingan memahami perannya dalam pencegahan stunting,” tambah Adi.

Ia optimistis peningkatan literasi kesehatan masyarakat akan menjadi modal jangka panjang bagi desa dalam menekan risiko stunting sekaligus memastikan tumbuh kembang anak lebih optimal.

Editor : Cak Fir
#Stunting #manyar #Cargill