Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gresik Jadi Tempat Belajar Budidaya Bandeng, Desa Pangkah Wetan Rujukan Studi Tiru Raih Bandeng Raksasa

Fajar Yuliyanto • Rabu, 16 Juli 2025 | 04:22 WIB
PEMBELAJARAN: Puluhan Pengurus SNNU Pamekasan belajar langsung teknik budidaya bandeng di Ujungpangkah, Gresik.
PEMBELAJARAN: Puluhan Pengurus SNNU Pamekasan belajar langsung teknik budidaya bandeng di Ujungpangkah, Gresik.

RADAR GRESIK – Kampung Bandeng di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, semakin diakui sebagai pusat rujukan studi tiru budidaya bandeng tambak.

Puluhan pengurus Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Kabupaten Pamekasan, Madura, melakukan kunjungan khusus untuk mempelajari langsung praktik budidaya bandeng yang terbukti sukses.

Dalam kunjungan tersebut, peserta studi tiru mendalami seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan tambak, pembibitan, pemeliharaan, pemberian pakan dan pupuk, hingga teknik pembesaran ikan bandeng dari tahap nener sampai siap konsumsi.

Ketua PC SNNU Pamekasan, Maskurdi, mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir pihaknya telah mencoba mengembangkan budidaya bandeng di Pamekasan, namun hasilnya masih belum optimal.

“Bandeng yang kami pelihara cenderung kurus dan tidak sesuai harapan. Karena itu kami datang langsung untuk belajar dari Kampung Bandeng Pangkah Wetan yang sudah terbukti berhasil bahkan rutin menggelar kontes bandeng setiap tahun,” kata Maskurdi.

Kepala Desa Pangkah Wetan, Syaifullah Mahdi atau akrab disapa Sandi, menjelaskan bahwa desanya memiliki luas tambak sekitar 3.348 hektare, dengan 300 hektare di antaranya ditetapkan sebagai kawasan Kampung Bandeng sejak 2022.

“Penetapan kawasan Kampung Bandeng mempertimbangkan akses jalan dan listrik yang memadai. Model budidayanya tradisional agar memberdayakan masyarakat setempat dari proses awal hingga pemasaran hasil panen,” ujar Sandi.

Ia juga memaparkan salah satu tantangan utama yakni soal pasokan pupuk, terutama setelah pencabutan subsidi untuk tambak. Untuk mengatasinya, pihak desa bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam mengembangkan probiotik yang mendukung keberlanjutan budidaya bandeng.

Para peserta studi tiru diajak terjun langsung ke lokasi tambak untuk memeriksa kualitas air, mempelajari sistem pemeliharaan, hingga praktik pemberian pakan. Sandi juga membagikan sejumlah tips sukses budidaya bandeng, seperti adaptasi benih dengan lingkungan, pemilahan ikan berdasarkan usia, dan pemberian pakan secara terukur.

“Sebagai contoh, untuk tambak seluas 5 hektare dibutuhkan sekitar 120 kilogram pakan per hari. Proporsi ideal ini sangat membantu pertumbuhan optimal hingga masa panen,” jelasnya.

Bandeng hasil budidaya di tambak Desa Pangkah Wetan memang terkenal unggul. Dalam kontes bandeng kawak (berukuran besar) yang digelar tiap tahun di Gresik, bandeng dari desa ini kerap menjadi juara. Satu ekor bandeng bahkan bisa mencapai bobot hingga 16 kilogram.

Ketua PC SNNU Gresik, Masruron, mengapresiasi kunjungan rekan-rekannya dari Pamekasan.

“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman. Mudah-mudahan ilmu yang kami sampaikan hari ini bisa diterapkan dan membawa manfaat bagi nelayan di Pamekasan,” pungkasnya.(jar/han)

Editor : Hany Akasah
#PANGKAH WETAN #studi #Bandeng #gresik #Tambak #ekonomi #Kampung