Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Cabai Rawit dan Bawang Merah 'Pesta' di Gresik, Sumbang Inflasi Terbesar Juni 2025

Fajar Yuliyanto • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:46 WIB
NAIK: Warga saat membeli cabai rawit di Pasar Gresik meskipun harga cabai rawit sedang naik.
NAIK: Warga saat membeli cabai rawit di Pasar Gresik meskipun harga cabai rawit sedang naik.

RADAR GRESIK – Dua komoditas utama, cabai rawit dan bawang merah, tercatat sebagai penyumbang terbesar inflasi di Kabupaten Gresik pada Juni 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik menyebutkan kenaikan harga keduanya dipicu gangguan distribusi dan belum meratanya musim panen.

Kepala BPS Gresik, Indriya Purwaningsih, menyampaikan cabai rawit menyumbang inflasi tertinggi dengan andil 38,64 persen, diikuti bawang merah sebesar 13,61 persen.

“Meski kedua komoditas itu mengalami gejolak harga, secara keseluruhan inflasi Gresik masih dalam batas aman dan terkendali, berada di bawah target inflasi nasional 2,5 persen ±1 persen,” jelas Indriya, Kamis (3/7/2025).

Indriya memaparkan, inflasi tahunan juga dipicu kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 1,41 persen dengan andil tertinggi 0,48 persen terhadap inflasi umum.

“Komoditas utama pendorong inflasi termasuk beras, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, dan santan jadi,” ungkapnya.

Pada kelompok kesehatan, inflasi tahunan tercatat paling tinggi yakni 7,97 persen, akibat kenaikan tarif layanan kesehatan seperti rumah sakit, dokter umum, dan dokter spesialis.

Secara month-to-month (m-to-m), Gresik mencatat inflasi sebesar 0,48 persen pada Juni 2025. Komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar yakni bawang merah (13,61 persen), cabai rawit (38,64 persen), dan beras (2,08 persen).

Lonjakan harga ini dipengaruhi distribusi yang terganggu, aksi demonstrasi sopir truk ODOL (Over Dimension Over Load), serta fluktuasi harga BBM nonsubsidi yang meski turun, belum cukup menahan laju inflasi.

“Gresik saat ini berada di fase awal musim tanam padi sementara panen raya belum merata. Hal ini juga memicu kenaikan harga beras di pasaran,” tambah Indriya.

BPS Gresik juga mencatat sejumlah komoditas yang menahan inflasi dengan tren harga menurun. Di antaranya ikan mujair, daging ayam ras, udang basah, dan bensin.

“Kami mengimbau pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk terus memantau dinamika harga, khususnya menjelang semester dua, agar inflasi tetap terkendali,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#bawang merah #Harga #gresik #bps #Inflasi #Cabai