Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Freeport Indonesia dan Masyarakat Gresik Sukses Kolaborasi dalam Hilirisasi Mineral, UMKM Lokal Mulai Meroket

Hany Akasah • Rabu, 8 Januari 2025 | 12:46 WIB
Tinjau Langsung : Presdir PT Freeport Indonesia, Tony Wenas (kanan) meninjau fasilitas pemisahan gas Smelter PTFI yang terbakar beberapa waktu lalu.
Tinjau Langsung : Presdir PT Freeport Indonesia, Tony Wenas (kanan) meninjau fasilitas pemisahan gas Smelter PTFI yang terbakar beberapa waktu lalu.

RADAR GRESIK - Kabupaten Gresik kini menjadi sorotan sebagai pusat pertumbuhan hilirisasi mineral yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang, yang berjudul "Laporan Akhir Membangun Kemitraan Antara Masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Perusahaan untuk Optimalisasi Manfaat Hilirisasi."

Peneliti utama, Hendi Subandi, menjelaskan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kolaborasi yang saling menguntungkan dengan masyarakat lokal Gresik.

Dalam laporan tersebut, Hendi menyampaikan bahwa PTFI melibatkan pemerintah desa dan pelaku UMKM untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus memberdayakan komunitas lokal melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.

"Dengan melibatkan pemerintah desa dan pelaku UMKM, PTFI tidak hanya menciptakan lapangan kerja tetapi juga memberdayakan komunitas lokal melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi," ujar Hendi melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (6/1/2025).

Dalam upayanya mendukung hilirisasi, PTFI membuka peluang kerja bagi masyarakat Gresik melalui forum komunikasi "Rembuk Akur," yang melibatkan pemerintah desa dari sembilan desa di Ring 1. Forum ini memfasilitasi perekrutan tenaga kerja lokal dan menjembatani kebutuhan perusahaan dengan potensi sumber daya manusia yang ada di wilayah tersebut.

"Forum ini berhasil menarik 2.000 pelamar lokal, meskipun sebagian besar masih menghadapi tantangan dalam memenuhi standar keterampilan yang dibutuhkan," tambah Hendi.

Selain itu, penelitian juga mengungkap bahwa PTFI memberikan prioritas kepada pelaku UMKM dan IKM lokal dalam berbagai sektor, seperti konstruksi, catering, keamanan, dan pengelolaan limbah konstruksi. UMKM lokal juga diberdayakan untuk menyediakan kebutuhan logistik perusahaan, seperti seragam batik khas Gresik untuk karyawan PTFI.

"UMKM lokal diberdayakan untuk menyediakan kebutuhan logistik perusahaan, termasuk seragam batik khas Gresik untuk karyawan PTFI," ujar Hendi.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya model kemitraan hexa helix dalam mendukung keberhasilan hilirisasi.

Model ini melibatkan enam aktor utama, yakni perusahaan hilirisasi, pemerintah daerah, NGO, akademisi, masyarakat dan UMKM, serta media. Hendi menyatakan bahwa pendekatan hexa helix dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada dengan lebih efektif.

"Melalui pendekatan hexa helix, pemerintah dapat menciptakan regulasi yang mendukung, akademisi menyusun kurikulum pelatihan keterampilan, media mempromosikan keberhasilan program, dan NGO memfasilitasi dialog antara perusahaan dan masyarakat lokal," jelas Hendi.

Hendi menambahkan hilirisasi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat lokal Gresik. Laporan ini juga merekomendasikan langkah-langkah strategis, seperti pendanaan Sentra IKM Songkok Kemuteran dan Sentra IKM Mesin Logam Pelemwatu Menganti, yang akan menciptakan peluang lebih besar bagi UMKM untuk terlibat dalam rantai pasok industri smelter.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung hilirisasi yang berkelanjutan, laporan ini juga merekomendasikan penguatan program pelatihan keterampilan bagi masyarakat lokal.

PTFI juga memanfaatkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) sebagai pusat inovasi untuk memberdayakan UMKM lokal dan memastikan mereka dapat bersaing dalam rantai pasok industri besar.

"Kami melihat potensi besar dari UMKM lokal, namun mereka membutuhkan dukungan agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh perusahaan besar seperti PTFI," tambah Hendi

Editor : Hany Akasah
#Smelter #ptfi #Freeport #gresik #hilirisasi #UMKM #Masyarakat #ring 1