Manyar- Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Gresik terus menunjukkan komitmennya mendukung industri di kota Santri Gresik khususnya dalam menembus pasar ekspor. Seperti yang terlihat kemarin, Bea Cukai untuk kesekian kalinya sukses mengantarkan produk Copper Foil (lembaran tipis logam tembaga) produksi PT Hailiang Nova Material menembus pasar internasional.
Momentum pelepasan ekspor Copper Foil PT Hailiang Nova Material bahkan dihadiri langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani di dampingi Kepala Bea Cukai Gresik, Wahjudi Ardijanto dan Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Ibnu Sina, di area KEK JIIPE Kamis (12/09). Dalam ekspornya kali ini, PT Hailiang Nova Material mengirimkan 36,2 ton Copper foil ke Cina dengan nilai ekspor Rp 5,9 miliar melalui pelabuhan KEK JIIPE.
Kepala Bea Cukai Gresik, Wahjudi Ardijanto mengatakan, ekspor hari ini merupakan yang ke enam sejak PT Hailiang Nova Material beroprasi pada (29/07) lalu. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen Bea Cukai dalam mendorong industri yang berada di KEK Gresik bisa menjajaki pasar internasional sesuai dengan fungsi Bea Cukai sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance.
"Pemerintah memberikan fasiltas kemudahan fiskal dalam pembangunan pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus berupa pembebasan bea masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor berupa barang kontrsuksi dan barang modal. Selajutnya fasilitas non fiskal berupa kemudahan pemasukan/pengeluaran barang, keimigrasian, dan pembatasan impor," kata Wahjudi.
Diakuinya, keberhasilan PT Hailiang Nova Material hingga bisa melakukan ekspor ke enam tidak lepas dari sinergitas dan kolaborasi Administrator KEK Gresik, Pemerintah daerah (Pemda) serta PT BKMS selaku pengelola kawasan. Menurut Koko (sapaan akrabnya) untuk mendorong kesuksesan ekspor industri di Gresik, pihaknya bahkan secara khusus melakukan pendampingan intensif agar bisa mendapatkan kemudahan. Tentu saja langkah ini diharapkan dapat memberikan multiplayer effect kepada daerah dan memperkuat perekonomian nasional.
"Jika dikalkulasi dari ekspor pertama sampai ke enam ini, PT Hailiang sudah mengirimkan 242.4 ton Copper Foil ke berbagai negara tujuan seperti Cina, Italia dan Amerika Serikat dengan nilai total ekspor sekitar Rp 38,4 miliar. Semoga hal ini bisa menginspirasi industri lain di dalam KEK untuk segera mengikuti apa yang sudah dilakukan perusahaan ini," tandasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina menambahkan, jika proses perjalanan PT Hailiang Nova Material dari momen ground breaking hingga bisa ekspor terbilang sangat cepat karena hanya membutuhkan waktu selama satu tahun.
"Kedepan Hailiang ini akan mengolah off taker dari PT Freeport Indonesia. Produk Copper foil Hailiang akan digunakan sebagai komponen baterai, kabel bahkan kendaraan listrik," tutur Ibnu Sina.
Mendengar berbagai upaya tersebut, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasinya kepada Bea Cukai Gresik dan Administrator KEK. Bupati Yani optimis kedepan Gresik akan menjadi kota yang maju di Indonesia dan menjadi tumbuh menjadi daerah produsen tembaga dunia.
"Keberhasilan industri di Gresik tidak lepas dari iklim investasi yang sehat dan kondusifitas wilayah. Hal ini harus terus kita jaga bersama. Semoga program hilirisasi nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat dapat terus diimplementasikan di Gresik," kata Bupati Yani.
Sementara itu, Direktur Utama PT Hailiang Nova Materials, Huang You Ming juga optimis jika kehadiran PT Hailiang Nova Material di Kabupaten Gresik akan membawa kemajuan yang pesat.
"Kami bertekad akan berkembang bersama masyarakat Kabupaten Gresik," kata Huang You Ming.
Editor : Cak Fir