RADAR GRESIK-Kabupaten Gresik sejak zaman dahulu terkenal sebagaia salah satu pusat perdagangan dan jasa di Pulau Jawa. Kiprah perkembangan agama Islam di Nusantara juga tidak bisa dilepaskan dari kota yang memiliki sebutan Bandar Grissee.
Pada masa kasunanan, Gresik menjadi salah satu tujuan utama berlabuhnya kapal-kapal pedagang asal tanah Arab dan sekitarnya. Banyaknya saudagar yang datang ke Gresik menjadikan kota ini memiliki perkembangan ekonomi yang pesat dibandingkan daerah lain disekitarnya.
Baca Juga: Saksi Paslon 01 dan 03 Tolak Tanda Tangan Rekap Kabupaten, Ini Tanggapan KPU Gresik
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gresik Dimas Setio Wicaksono memberikan perhatian yang besar terhadap pesatnya geliat ekonomi kala itu.
Dimas mengaku telah memiliki sejumlah konsen yang harus diselesaikan, diantaranya hambatan yang selama ini dialami oleh sektor usaha seperti akses permodalan dan legalitas, perkembangan pendidikan hingga sejumlah isu lokal lain menjadi perhatian bersama.
"Anggota dewan hadir bukan hanya untuk melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja pemerintah. Namun juga harus bisa memberikan dukungan yang kongkrit terhadap dunia usaha. Gresik ini kotanya para Juragan bukan pekerja," kata Dimas.
Baca Juga: Berkat Tagline Gresik Bangkit, Jiddan Melenggang ke Senayan
Selain itu, Pria 37 tahun yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Gresik itu menilai Pendidikan merupakan salah satu sarana dalam mencapai kesejahteraan. Untuk itu dia bertekad untuk menyempurnakan sistem pendidikan di Gresik demi generasi bangsa kedepan. (fir/han)
Editor : Hany Akasah