GRESIK – Pusat Transformasi Bersama (PTB) PT Freeport Indonesia dui Gresik yang menjadi tempat pengelolaan limbah konstruksi dari proses pembangunan smelter telah berdiri selama satu tahun.
Selama beroprasi, Pusat Transformasi Bersama (PTB) di Gresik telah menghasilkan berbagai macam produk inovasi mulai dari menyulap limbang besi menjadi lemari, limbah kayu menjadi gazebo serta berbagai barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
Selanjutnya material yang tidak dapat didaur ulang dijual melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah bekerja sama dengan Pusat Transformasi Bersama dengan harga yang lebih murah.
Dengan demikian, keuntungan yang didapat oleh BUMDes dapat digunakan untuk meningkatkan potensi UMKM di bawah binaan BUMDes dan sebagai tambahan modal usaha.
"Salah satu pengelolaan limbah konstruksi yang dilakukan adalah pengelolaan besi sisa tiang pancang, kayu, dan material sisa konstruksi lainnya melalui proses upcycling untuk menjadi produk mebel. Kami berharap bahwa kehadiran PTB dapat memberikan manfaat sosial kepada masyarakat," kata Nana.
Baca Juga: West Ham United Hentikan Langkah Arsenal di 16 Besar Carabou Cup 2023
Dijelaskan, dalam mengelola limbah kontruksi, PT Freeport Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Takmir Masjid Manyar (Yatamam) dan PT Raya Manyar Persada (RMP).
Nah, dari hasil penjualan material yang tidak layak daur ulang, Pusat Transformasi Bersama telah memberikan santunan secara berkala kepada anak yatim sebagai bagian dari bentuk kerjasama dengan Yatamam.
"PTB memiliki fungsi utama untuk mengelola sampah daur ulang sementara (temporary recyclable waste transfer facility) dari proyek pembangunan smelter. Fasilitas ini mengupayakan pemulihan material melalui konsep daur ulang sehingga dapat mengurangi sampah anorganik dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," tandasnya.
Sementara itu, perwakilan Pusat Transformasi Bersama, Muhammad Reza, karyawan menambahkan, sejak didirikan pada November tahun lalu pihaknya telah berhasil memberikan santunan kepada 467 anak yatim dari 11 desa di sekitar proyek pembangunan smelter.
"Di samping itu, produk hasil upcycling yang dikelola oleh PTB belum diperjualbelikan ke masyarakat setempat, melainkan didonasikan. Contohnya adalah meja mengaji berbahan kayu yang didonasikan ke masyarakat dan masjid setempat,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Reza, PTB melatih warga setempat yang beralih dari pekerjaan mereka sebagai petani tambak ke peran yang akan mendukung industrialisasi di daerah tersebut.
Dia mengungkapkan saat ini pekerja lokal bekerja sebagai tukang kayu dan diberi pelatihan untuk bekerja secara efektif dalam industri baru.
"Dalam jangka panjang, Pusat Transformasi Bersama tidak hanya bertujuan untuk mengubah limbah menjadi produk berharga, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian masyarakat lokal,” pungkasnya. (han/fir)
Editor : Hany Akasah