Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Harga Sembako di Pasar Naik, Pengusaha Kuliner dan Ibu Rumah Tangga di Gresik Mulai Resah

Hany Akasah • Rabu, 4 Oktober 2023 | 02:23 WIB

 

NAIK SEMUA: Para pedagang juga mengeluh karena harga bahan pokok terus naik, kemarin,
NAIK SEMUA: Para pedagang juga mengeluh karena harga bahan pokok terus naik, kemarin,

 

GRESIK-Kenaikan  harga sembilan bahan pokok (sembako) mengacu pada peningkatan biaya yang dikeluarkan oleh suatu instansi untuk memproduksi atau menyediakan barang. Kenaikan harga bahan pokok dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aspek bisnis atau kehidupan sehari-hari, khususnya bagi pengusaha kuliner dan ibu rumah tangga.


Bagi pengusaha kuliner, tentunya kenaikan harga sembako menjadi hal yang sangat memprihatinkan, mengingat terkadang dagangan mereka yang tidak selalu habis. Akan tetapi para pedagang kuliner tetap berusaha memberikan hidangan kuliner yang terbaik dan memuaskan para pelanggan.

Jamari, salah satu pengusaha kuliner yang mengelola kedai Rindang Jati yang terletak di Desa Dahanrejo, Gresik juga tengah merasakan dampak dari peristiwa kenaikan harga sembako ini, khususnya dampak pada pengeluaran dan pendapatan kedai.


Jamari, di kedainya menjual berbagai macam jenis masakan, salah satunya soto, nasi campur, nasi ampela, pecel, ayam geprek, dan masih banyak lagi. Tentunya masakan-masakan tersebut juga memerlukan bahan pokok dan bumbu yang tidak satu atau dua jenis saja. Dengan kata lain, Jamari juga tengah mengalami kepusingan dengan kenaikan harga bahan-bahan pokok yang juga berdampak pada usahanya.

“Untuk kedai sendiri, keuntungannya jadi berkurang. Karena harga jual kita, kita gak bisa menaikkan harga. Harganya masih tetap seperti semula. Karena kalau dinaikkan takutnya malah menjadi boomerang. Yang makan nanti mereka akan mencari tempat lain yang lebih murah lagi. Dan untuk saya sendiri, pemasukan tentunya juga berkurang. Karena dari kenaikan bahan-bahan yang tadi, akhirnya untuk kita ngasih ntensive ke mereka itu agak turu dan tidak seperti biasanya,” jelas Jamari, Selasa (3/10).


Jamari juga membocorkan sembako yang tengah alami kenaikan harga, diantara lain yaitu harga jahe yang awal mula 20.000 menjadi 32.000, beras 1 kilo yang asalnya 12.000 sekarang menjadi 13.500, cabai rawit yang awalnya 20.000 sekarang menjadi 30.000, bawang putih yang asalnya 20.000 sekarang jadi 34.000. Untuk bawang merah, harga bervarian. Intinya untuk harga bawang merah, ia mengalami kenaikan harga yang tidak seberapa.

Selain berdampak bagi pengusaha kuliner, kenaikan harga sembako juga berdampak bagi keseharian ibu rumah tangga. Dikarenakan, para ibu-ibu tersebut harus lebih bijak dalam mengatur keuangan dalam membelanjakan bahan pokok masakan. Salah satunya seperti yang dialami oleh Siti Rukini.

“keberatan, biasanya dengan uang 50.000 kita bisa beli bahan makanan bermacam-macam bahan, tapi sekarang dengan uang segitu, kita harus pintar-pintar membagi atau membeli bahan-bahan yang memang kita butuhkan supaya kebutuhan bisa tercukupi dan rata,” ungkap Siti Rukini. (bel/han)

Editor : Hany Akasah
#bahan pokok #kuliner #Bisnis #gresik #Sembako #IBU RUMAH TANGGA #masakan