Uji coba tersebut dihadiri langsung oleh First Secretary Embassy of Japan in Indonesia Mr. Hiroshi Nishimoto, General Manager IHI Jakarta Representative Office Nobuo Uematsu, EVP Engineering dan Teknologi PT PLN (Persero) Zainal Arifin, serta Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam jugaDirektur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah.
Senda Hurmuzan, dari Kementerian ESDM mengungkapkan, semangat pemanfaatan energi terbarukan terus didorong oleh pemerintah. Salah satu caranya adalah memperbanyak pemakaian limbah biomassa dan amonia sebagai campuran bahan bakar (co-firing) pada pembangkit listrik di Indonesia. Metode ini diharapkan mampu mengakselerasi transisi energi di Indonesia.
“(Pemanfaatan) teknologi (co-firing) ini seharusnya menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Saya ucapkan terima kasih kepada PLN Nusantara Power atas inisiasinya menggandeng IHI Corporation Jepang dalam upaya mewujudukan lingkungan yang lebih hijau dan bersih ini”, ungkap Senda.
Kerja sama dengan IHI menunjukkan komiten PT PLN Nusantara Power dalam mengedepankan energi bersih terutama penggunaan ammonia yang mendukung program Net Zero Emission 2060. Dengan mengenalkan amonia sebagai bahan bakar alternatif sebelum G20 pada bulan November 2022 nanti, PLN Nusantara Power diharapkan dapat mendukung Indonesia untuk menjadi salah satu perusahaan terdepan di Asia Tenggara dan juga dunia pada bidang energi berbasis lingkungan.
Pasca PLTU Paiton yang dikenal sebagai pioneer co-firing biomassa dan operasi komersial pada 10 Juni 2020, PLN NP terus berupaya untuk mengembangkan teknologi co-firing biomassa dan telah melakukan komersialisasi co-firing di 15 PLTU batubara.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengutarakan, uji coba co-firing amonia ini merupakan fase lanjutan setelah PLN Nusantara Power berhasil mengembangkan co-firing biomassa dalam kurun waktu dua tahun terakhir di PLTU batubara. Baik co-firing biomassa maupun co-firing amonia merupakan bagian dari program dekarbonisasi yang bertujuan mengurangi emisi karbon ataupun gas rumah kaca dari pembangkit termal.
“Hingga saat ini kami selalu mendorong penggunaan co-firing di PLTU kami. Saat ini PLN Nusantara Power telah berhasil mengimplementasikan co-firing di 15 PLTU. Terima kasih saya ucapkan kepada IHI atas kerja samanya dan komiten bersama PLN Nusantara Power dalam mengedepankan energi bersih terutama penggunaan amonia untuk mendukung pencapaian carbon neutral di 2060,” terang Ruly..
PLN NP menjalin kerja sama dengan IHI Corporation Japan melalui penandatangan MoU Riset Clean and Green Energy Development yang telah dilaksanakan pada Senin (25/4) lalu. Penandatanganan yang dilaksanakan secara virtual di Jakarta dan Tokyo merupakan rangkaian acara pada Asian Green Growth Partnership Ministerial Meeting yang dihelat oleh METI, Kementerian Ekonomi, Perdangangan, dan Industri Jepang.
Melalui MoU ini, PT PLN Nusantara Power dan IHI Corporation berkomitmen melakukan kajian pada PLTU Gresik 2×100 MW, dimana studi ini meliputi penggunaan amonia sebagai bahan bakar untuk keperluan co-firing dan mono-firing. PLTU ini akan menjadi pilot project co-firing amonia yang harapannya dapat mendukung program dekarbonisasi pembangkit-pembangkit berbahan bakar fosil lainnya yang dikelola oleh PLN Nusantara Power. (ind/nur) Editor : Hany Akasah