Direktur Komersial Bata Ringan Blesson, Henrianto, mengatakan pihaknya melihat potensi pasar kontruksi di Gresik yang tumbuh ditengah membaiknya ekonomi pada dua tahun pandemi covid-19. Optimisme itu didukungan dengan adanya dukungan dari perbankan.
"Sebenarnya selama pandemi covid 19, kebutuhan rumah masih terus meningkat. Bahkan banyak pengembang yang juga terus mengembangkan proyek-proyeknya terlebih di tahun 2021 lalu, pemerintah banyak memberikan keringanan untuk pembelian rumah," kata Henrianto.
Selain proyek perumahan pihaknya juga membidik segmen renovasi rumah. Menurutnya bila ada kebutuhan ruang, kalau belum bisa beli rumah biasanya akan renovasi untuk tambah kamar, jadi demand bata ringan masih terus tumbuh.
"Kebutuhan hunian sebenarnya kebutuhan yang bisa ditunda, namun tidak bisa dicegah. Penundaan pada masa pandemi, juga akibat inflasi akan selesai begitu masyarakat bisa bergerak dan ada penyesuaian pendapatan," tandasnya.
Sementara itu, Project Manager PT Satria Eka Perkasa salah satu developer asal Gresik, Leo Sugiarto menuturkan, banyak perumahan yang dibangun dengan bata ringan seperti pada proyek yang sedang dia garap. Sebab selain praktis dan cepat batu bata jenis ini juga lebih kokoh.
Baca Juga : Dirgahayu Emas, Petrokimia Persembahkan Rekor MURI Bagi Kota Gresik
"Material bata ringan juga menjadi pertimbangan bagi user dalam memilih hunian," kata dia.
Diakuinya, meski ada ketakutan harga rumah naik, pengembang tetap melakukan upaya untuk bisa memberi keyakinan dan kemudahan masyarakat dalam belanja rumah, mengingat permintaan rumah masih terus mengalami peningkatan.
"Saat ini pengembang harus memutar otak untuk membuat masyarakat optimistis salah satunya dengan pemilihan material," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah