RADAR GRESIK – Program ReDINAKER (Recruitment melalui Dinas Tenaga Kerja Gresik) yang kembali digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik menarik antusiasme tinggi dari warga lokal. Ratusan pencari kerja (pencaker) langsung memadati kantor Disnaker Gresik pada Kamis (9/10).
Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin, mengungkapkan bahwa kegiatan ReDINAKER kali ini diikuti oleh 214 peserta yang hadir langsung, sementara jumlah pelamar yang mendaftar secara online melalui platform GRESIKERJA mencapai 635 orang.
"Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya minat warga lokal untuk memanfaatkan peluang kerja yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Ini menjadi capaian yang positif, karena juga bisa langsung mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan tanpa perantara," ujar Zainul Arifin.
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Penta) Disnaker Gresik, Moch Afandi, menjelaskan bahwa ReDINAKER kali ini merupakan kegiatan ke-7 yang digelar sepanjang tahun 2025.
"Target kami kegiatan seperti ini bisa digelar dua kali dalam sebulan, tapi kami juga melihat kesiapan perusahaan," kata Afandi.
Dalam kegiatan kali ini, Disnaker menghadirkan 50 lowongan kerja dari lima perusahaan besar, yaitu PT Mega Global Food Industry (Kokola), BTPN Syariah, PT Fokus Jasa Mitra, PT Varia Usaha Fabrika (VUFA), dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Gresik. Dimana PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menjadi perusahaan dengan lowongan terbanyak, yaitu 20 posisi Crew Store.
Afandi mencontohkan, tren positif terlihat dari segi kualitas dan jumlah pelamar. "Contohnya di Indomarco pendaftarnya mencapai 70 orang, sementara kebutuhan hanya 20 posisi. Jadi peluang keterima bisa mencapai 50 persen bahkan lebih," imbuhnya.
Program ReDINAKER ini sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) 7 Tahun 2022 dan Peraturan Bupati (Perbup) 71 Tahun 2024 yang menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 60 persen.
"Program ini juga sekaligus menjadi sarana untuk memastikan bahwa warga Gresik mendapatkan prioritas dalam kesempatan kerja di wilayahnya sendiri," tutup Afandi. (jar/han)
Editor : Hany Akasah