RADAR GRESIK – Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gresik. Sebuah truk Colt Diesel menghantam sepeda motor Honda Scoopy di Jalan Raya Deandles, tepatnya di persimpangan SP4 Prupuh, Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Gresik, pada Kamis (25/12) sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan bermula saat truk Colt Diesel dengan nomor polisi S 3491 HL yang dikemudikan oleh Sugianto (21), warga Desa Pompongan, Tuban, melaju kencang dari arah barat menuju timur.
Nahas, pada saat yang bersamaan, muncul sepeda motor Honda Scoopy bernopol S 2220 MF yang dikendarai oleh Donny Hendra Kurniawan (30), warga Kecamatan Made, Lamongan, melaju dari arah selatan menuju utara.
Kapolsek Panceng, AKP Khairul Alam, menjelaskan bahwa insiden terjadi tepat di titik persimpangan. Diduga, pengendara motor tidak sempat berhenti atau kurang memperhatikan arus lalu lintas saat hendak menyeberang.
"Benturan keras tidak dapat dihindarkan. Akibatnya, pengendara motor beserta penumpangnya terpental ke badan jalan," ujar AKP Khairul Alam, Kamis (25/12).
Kecelakaan ini memakan korban jiwa dari pihak pengendara sepeda motor. Korban tersebut ialah Donny Hendra Kurniawan (30) yang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat.
Serta Muhammad Ilham Akbar (34) penumpang motor asal Semanding, Tuban. Sempat dilarikan ke UGD Puskesmas Panceng, namun nyawanya tidak tertolong saat menjalani perawatan medis.
Petugas dari Polsek Panceng yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi korban bersama warga sekitar. Selain mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat, polisi juga telah mencatat keterangan para saksi di lokasi kejadian.
"Faktor utama penyebab kecelakaan diduga karena kurang waspadanya pengendara motor saat memasuki persimpangan jalan. Kerugian material ditaksir mencapai Rp5.000.000," tambah AKP Khairul.
Saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut telah dilimpahkan dan ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Gresik untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (yud/han)
Editor : Hany Akasah